Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

1.180 Unit Alsintan Disiagakan untuk Perkuat Lumbung Pangan

×

1.180 Unit Alsintan Disiagakan untuk Perkuat Lumbung Pangan

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 3 klm 11
PEROGRAM - Corporate Social Responsibility (CSR), serta program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian. (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) secara resmi mempercepat transformasi sektor agraria melalui digitalisasi dan penguatan mekanisasi.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan kabupaten berjuluk “Bumi Tuntung Pandang” tersebut tetap menjadi pilar penyangga pangan di Kalimantan Selatan.

Kalimantan Post

Upaya ini ditandai dengan penyaluran ribuan unit alat mesin pertanian (alsintan) yang ditargetkan untuk meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

Berdasarkan data periode 2024–2025, intensitas bantuan alat pertanian yang masuk ke wilayah ini menunjukkan tren peningkatan yang masif.

Hal 2 Tala 1 3 klm 9

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Distanhorbun Tanah Laut, Sunarko, menjelaskan bahwa akumulasi bantuan yang diterima dalam dua tahun terakhir telah menembus angka seribu unit.

“Total alsintan yang diterima mencapai 1.180 unit dalam dua tahun berturut-turut. Alokasi alat tersebut diperuntukkan bagi unit Brigadir Pangan, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian,” jelas Sunarko dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Salah satu poin krusial dalam distribusi tahun ini adalah fokus pada unit Brigadir Pangan. Program ini merupakan instrumen pemerintah untuk melibatkan petani milenial dalam mengelola lahan melalui skema modern.

Keterlibatan tenaga muda terdidik diharapkan mampu mensinergikan teknologi terkini dengan manajemen pertanian yang lebih efektif dan kompetitif di tingkat nasional.

Sunarko menekankan bahwa modernisasi bukan sekadar pengadaan fisik, melainkan sebuah perubahan paradigma dalam pengelolaan lahan yang lebih presisi.

Mengingat besarnya nilai investasi negara yang disalurkan, pemerintah memberikan atensi khusus pada aspek pemeliharaan. Sunarko mengimbau seluruh kelompok tani penerima manfaat untuk menjaga integritas dalam pemanfaatan aset tersebut.

“Kami mengharapkan alsintan ini dioperasikan secara optimal dan dipelihara dengan standar yang baik. Hal ini penting untuk menghindari kendala teknis yang dapat menghambat masa tanam maupun panen,” tambahnya.

Baca Juga :  Dispora Tala Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pemuda

Sebagai langkah preventif, Distanhorbun juga memfasilitasi program transfer teknologi. Para operator alat di lapangan diberikan pelatihan teknis secara intensif dengan melibatkan teknisi ahli dari produsen alsintan.

Pelatihan ini mencakup prosedur pengoperasian hingga kemampuan mekanik dasar, guna menjamin keberlanjutan fungsi alat dalam jangka panjang. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan