ASTANA, Kalimantanpost.com – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan dalam pengelolaan air serta perubahan iklim kian erat setelah kunjungan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air, Retno Marsudi, ke negara Asia Tengah tersebut.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi tolok ukur terbaik bagi Kazakhstan dalam memperluas dan menjalankan komitmen kerja sama internasional di bidang penyelamatan air.
“Salah satu buktinya adalah keberhasilan penyelenggaraan Forum Air Dunia ke-10 di Bali pada Mei 2024. Acara itu diikuti 160 negara dan 2.000 delegasi, termasuk Duta Besar Khusus Kazakhstan untuk Air, Zulfiya Sulaimenova, serta Perdana Menteri Tajikistan, Kokhir Rasulzolda,” ujar Dubes Fadjroel.
Forum bergengsi tersebut pula yang mengantarkan Retno Marsudi dipercaya sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air.
Dubes Fadjroel menambahkan, “Kazakhstan menyambut Ibu Retno dengan sangat antusias. Beliau bahkan berdiskusi langsung dengan Presiden Kassym Jomart Tokayev.” Sang pemimpin Kazakhstan dikabarkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada 2026 mendatang untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rangkaian kunjungan itu, Retno Marsudi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Yermek Kosherbayev, serta Dubes Khusus Kazakhstan untuk Air, Zulfiya Sulaimenova.
“Kunjungan ini sangat memperkuat hubungan bilateral Kazakhstan dan Indonesia, terutama dalam isu air dan manajemen perubahan iklim global,” tutup Dubes Fadjroel yang pernah menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Joko Widodo periode 2019–2021.(Rfz/KPO-1)















