Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Hasnuryadi Hadiri Maulid Nabi dan Haul ke-20 KH Abdussyukur, Tekankan Peran Ulama dan Pesantren

×

Hasnuryadi Hadiri Maulid Nabi dan Haul ke-20 KH Abdussyukur, Tekankan Peran Ulama dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
IMG 20260819 WA0122

MARTAPURA, Kalimantanpost.com — Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Hasnuryadi Sulaiman menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-20 KH Abdussyukur bin Badrun di Pondok Pesantren Takhassus Darussalam, Martapura, Selasa (18/8/2026) malam.

Kehadiran Hasnuryadi menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan para habaib, alim ulama, guru agama, serta keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Kalimantan Post

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi menegaskan pentingnya peran ulama dan pondok pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap agama dan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Banjar H. Said Idrus Al-Habsyie, mantan Gubernur Kalsel periode 2005-2015 H. Rudy Ariffin, Habib Sholeh bin Abdullah Alkaff, KH Hasanuddin Badruddin, KH Abdullah Basya, KH Ahmad Tarhib, KH Ahmad Barmawi atau Guru Kulur, Dr. KH Muhammad Husein, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat lainnya.

Di hadapan jamaah, Hasnuryadi mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi dan haul bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, tentunya kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada para habaib dan alim ulama yang selalu membimbing kami serta memberikan teladan kepada kami,” ujarnya.

Hasnuryadi juga menekankan besarnya kontribusi pondok pesantren dalam kehidupan masyarakat. Pesantren, kata dia, bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi tempat lahirnya para guru, ulama dan generasi yang nantinya mengambil peran di tengah masyarakat.

Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan tugas pemerintah dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, agama, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama dan pesantren perlu terus dijaga dan diperkuat.

Baca Juga :  Paskibraka Kalsel 2026 Tuntaskan Tugas, Wagub Pesan Jaga Disiplin dan Jadi Teladan

“Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita dapat terus menjalankan apa yang telah diajarkan oleh beliau melalui para habaib, para alim ulama, dan guru-guru agama sebagai bekal kita kelak di akhirat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hasnuryadi juga mendoakan keluarga dan keturunan KH Abdussyukur bin Badrun agar senantiasa diberikan keberkahan. Ia berharap warisan ilmu dan kebaikan yang ditinggalkan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Menurutnya, banyak murid dan keturunan KH Abdussyukur yang kemudian menjadi guru maupun alim ulama. Hal tersebut menjadi bukti bahwa ilmu yang diwariskan almarhum terus memberikan manfaat bagi umat.

“Kami tentunya mendoakan dan mendukung semampu kami agar kita semua dapat terus menjalankan apa yang telah diajarkan oleh beliau,” pungkasnya.

KH Abdussyukur bin Badrun atau Abu Muhammad Madani yang akrab disapa Abah Dani merupakan salah satu ulama yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan Islam di Martapura.

Lahir di Kampung Melayu, Martapura, 25 Juni 1930, KH Abdussyukur tumbuh di lingkungan religius. Sejak kecil, ia menimba ilmu kepada orang tua dan sejumlah ulama di Martapura.

Pendidikan agamanya kemudian dilanjutkan di Sekolah Diniyyah Izharil Ulum dan Madrasah Darussalam Martapura. Berbagai ilmu agama dipelajarinya secara tekun, mulai dari fikih, hadis, ushul hingga berbagai cabang ilmu keislaman lainnya.

Pada 1992 hingga 2007, KH Abdussyukur dipercaya memimpin Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Kiprahnya turut memperkuat peran lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak generasi ulama dan cendekiawan muslim.

Sementara itu, sebelum tausiah disampaikan, KH Muhammad Syarif Busthomi atau Guru Oton turut mengenang peran orang tua Hasnuryadi Sulaiman, almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB, terhadap perkembangan Pondok Pesantren Darussalam.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Kalsel bersama Pemprov Kalsel Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Dalam tausyiahnya, Guru Oton mengungkapkan bahwa sejarah Masjid Darussalam juga tidak terlepas dari kontribusi almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB.
Menurut Guru Oton, Abdussamad Sulaiman HB pernah menyampaikan gagasan agar masjid tersebut diberi nama Hasnur.

“Sidin (Abdussamad Sulaiman HB) pernah berbicara lawan ulun. Ujar Sidin, ini masjid tolong namai Hasnur,” kenang Guru Oton.

Guru Oton menilai keberadaan Masjid Darussalam atau Masjid Hasnur Darussalam merupakan salah satu bentuk nyata jasa dan kontribusi almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB.

Ia pun mengajak jamaah untuk mendoakan almarhum agar amal jariah yang telah diberikan semasa hidup terus mengalir dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan amal jariah beliau terus mengalir sampai hari kiamat,” doanya.

Di hadapan para santri, Guru Oton juga berpesan agar mereka tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Para santri diminta memiliki cita-cita besar, terus memperluas wawasan dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang telah diperoleh.

“Raih ilmu itu sebanyak-banyaknya. Jangan dicukup-cukup,” ungkapnya.

Selain menuntut ilmu, Guru Oton mengingatkan para santri mengenai pentingnya kerja keras dan ikhtiar dalam mencari rezeki. Menurutnya, ilmu yang dimiliki harus diiringi dengan usaha, ketekunan dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-20 KH Abdussyukur tersebut pun menjadi momentum untuk mengenang jasa ulama sekaligus memperkuat semangat generasi muda agar terus menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan para guru dan ulama terdahulu. (KPO-1)

Iklan
Iklan