Banjarbaru, KP – Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam semakin semarak dengan hadirnya pertunjukan seni budaya yang dibawakan Sanggar Meratus Lestari.
Kegiatan rutin tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung sekaligus upaya memperkenalkan budaya adat Dayak kepada masyarakat.
Ketua Dewan Adat Dayak Banjarbaru sekaligus perwakilan Sanggar Meratus Lestari, Dina Muliana, mengatakan pertunjukan sengaja dijadwalkan setiap Sabtu dan Minggu karena jumlah wisatawan pada hari libur relatif lebih banyak.
“Setiap Sabtu dan Minggu kami rutin menggelar pertunjukan. Pada hari Senin hingga Jumat sanggar tetap buka, namun tidak ada pertunjukan rutin setiap hari,” kata Dina.
Ia menjelaskan, setiap pementasan menghadirkan beragam tarian tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Kalimantan.
Penampilan tersebut didukung koleksi kostum adat yang beragam, mulai dari pakaian khas Kalimantan Selatan hingga kostum khusus yang dibuat sesuai konsep pertunjukan.
Menurut Dina, Sanggar Meratus Lestari saat ini memiliki sekitar 30 penari yang tampil secara bergiliran.
Pola tersebut diterapkan agar seluruh anggota memiliki kesempatan yang sama untuk tampil sekaligus menambah pengalaman di atas panggung.
Di sisi operasional, sanggar melibatkan sekitar lima petugas di lokasi pertunjukan serta dua personel pendukung.
Organisasi tersebut juga telah memiliki kartu keanggotaan yang terdaftar di Banjarmasin sebagai bentuk legalitas kelembagaan.
Selain tampil di Tahura Sultan Adam, Sanggar Meratus Lestari juga rutin mengisi pertunjukan di kawasan Taman Kamboja dan bandara. (net/K-2)















