BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Meski Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di jenjang SMP serentak online. Namun kenyataannya masih banyak orang tua siswa yang mendaftar langsung ke sekolah di Kota Banjarmasin.
Kebanyakan orang tua siswa beralasan kesulitan saat mendaftar online karena gagap teknologi (Gaptek) hingga langsung datang ke sekolah seperti Nurul, salah satu orang tua siswa yang mendaftar di SMPN 31 Banjarmasin.
Terlebih, kata Nurul ini merupakan pengalaman pertama dirinya mendaftarkan anak tunggalnya masuk sekolah.
Menurut Nurul, saat mendaftar langsung ke sekolah malah lebih mudah karena dibantu dan diarahkan petugas meski data mengisi sendiri.
“Pelayanannya bagus, ibunya menjelaskan detail caranya saat mengisi sampai selesai,” kata Nurul, Selasa (9/6/2026).
Selain mendaftar di SMPN 31 Banjarmasin, anaknya juga didaftarkan di SMP 9 dan SMP 2 Banjarmasin. Mengingat wajib mengisi tiga pilihan sekolah.
“Alhamdulillah proses lancar. Kalau gangguan itu wajar karena semuanya menggunakan sistem itu,” ujarnya.
Berbeda halnya dengan Rofiq, orang tua siswa yang sengaja mendaftar langsung ke sekolah karena khawatir terjadi kesalahan saat menginput berkas ke sistem.
“Takut ada berkas tertinggal atau tidak paham. Jadi lebih baik minta bantu pihak ke sekolah dari pada salah-salah,” ucap Rofiq saat mendaftarkan anaknya di SMPN 13 Banjarmasin.
Bahkan menurut Rofiq saat datang langsung pun terkadang masih ada berkas tertinggal dan tidak lengkap hingga harus diulang lagi.
Dari banyak sekolah, Rofiq memilih memasukan anaknya di SMPN 13 Banjarmasin karena selain berada di wilayah tempat tinggalnya. Lingkungan sekolah dinilai bagus untuk tumbuh kembang anak saat belajar.
“Anak pertama saya sekolah disini juga. Alhamdulillah bagus jadi anak kedua saya daftarkan lagi disini dan sengaja memilih hari pertama,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 31 Banjarmasin, Syahidah mengatakan, persiapan SPMB sudah mantang dilakukan sejak jauh-jauh hari. Mulai dari panitia hingga jaringan internet untuk proses pendaftaran online.
“Kami juga memanfaatkan salah satu bantuan papan digital yang diberikan pemerintah kota untuk memudahkan orang tua melihat pergerakan pendaftaran online ini,” jelas Syahidah.
Sekolah juga secara terbuka lanjutnya, menerima orang tua siswa yang datang ke sekolah ingin mendaftar. Mengingat kebanyakan orang tua masih gaptek.
“Ada petugas yang siap membantu proses pendaftaran online. Tapi kami lebih memandu dan tetap orang tua yang mengisi berkas,” akhirnya.
Adapun gelombang pertama SPMB dibuka untuk jalur prestasi dan jalur afirmasi yang akan berlangsung dari tanggal 9 Juni hingga 11 Juni 2026 mendatang. Kemudian pengumuman hasil pendaftaran di tanggal 13 Juni.
Sedangkan gelombang kedua SPBM untuk jalur mutasi dan domisili mulai berlangsung dari tanggal 15 sampai 17 Juni. Pengumuman hasil pada tanggal 18 2026.(ham/KPO-4)















