Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Dinkes Banjarbaru Perkuat Akurasi Data Gizi untuk Percepatan Penurunan Stunting

×

Dinkes Banjarbaru Perkuat Akurasi Data Gizi untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2
MONEV SIGIZIKESGA – Administrator pengelola data gizi dari seluruh puskesmas mengikuti Monitoring dan Evaluasi Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZIKESGA) di Aula A Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Selasa (30/6/2026). (KP/Devi)

Banjarbaru, KP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZIKESGA) bagi administrator pengelola data gizi dari seluruh puskesmas se-Kota Banjarbaru. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan data kesehatan keluarga serta status gizi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Kesehatan Masyarakat melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat itu berlangsung di Aula A Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Selasa (30/6), dan diikuti 30 peserta.

Kalimantan Post

Peserta terdiri atas 10 admin indikator Balita/Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), 10 admin indikator ibu hamil, serta 10 admin indikator remaja putri yang berasal dari seluruh puskesmas di Kota Banjarbaru.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi mengacu pada Surat Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Nomor 400.7.13/397/KESMAS/DINKES/2026 yang meminta setiap kepala puskesmas menugaskan administrator sesuai indikator untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan, kegiatan dibagi dalam tiga sesi sesuai kelompok indikator yang dikelola masing-masing peserta.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Maulidah, mengatakan kualitas data dalam aplikasi SIGIZIKESGA sangat bergantung pada ketelitian para administrator di setiap puskesmas.

“Setiap bulan data surveilans gizi pada aplikasi SIGIZIKESGA akan ditarik. Dari data tersebut akan terlihat kondisi status gizi balita, yaitu angka stunting, wasting, underweight, dan overweight. Karena itu, ketelitian dan kemampuan masing-masing admin dalam mengentry data menjadi sangat menentukan kualitas informasi yang dihasilkan,” ujarnya.

Menurut Maulidah, setiap puskesmas memiliki empat administrator yang bertugas melakukan pencatatan sesuai indikator masing-masing. Karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi sarana menyamakan persepsi sekaligus menyelesaikan berbagai kendala teknis yang dihadapi petugas di lapangan.

Baca Juga :  Q Mall Banjarbaru Hadirkan Mobil Listrik sebagai Grand Prize Shopping Funtastic 14

Ia menegaskan seluruh data yang dihasilkan melalui SIGIZIKESGA menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan di Kota Banjarbaru.

“Angka stunting, wasting, underweight, dan overweight inilah yang secara rutin kami laporkan kepada Bapperida Kota Banjarbaru. Data tersebut sangat menentukan untuk melihat perkembangan angka stunting Kota Banjarbaru setiap bulannya,” katanya.

SIGIZIKESGA merupakan aplikasi yang dikembangkan Kementerian Kesehatan RI untuk mengintegrasikan pencatatan pelayanan kesehatan keluarga dan status gizi masyarakat secara digital. Melalui aplikasi tersebut, data remaja putri, ibu hamil, bayi, dan balita dapat dicatat secara real time sehingga menghasilkan basis data yang akurat untuk mendukung program percepatan penurunan stunting.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru berharap seluruh administrator mampu meningkatkan kualitas pencatatan, validasi, dan pelaporan data sehingga informasi yang dihasilkan lebih lengkap, akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang berbasis data. (Dev/K -5)

Iklan
Iklan