BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Persoalan pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Interaktif bertajuk “Listrik Tak Boleh Mati Lagi” yang digelar di Gedung Kalimantan Post, Rabu (15/07/2026).
Dalam forum tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan, Endarto, yang memaparkan kondisi kelistrikan daerah sekaligus menjelaskan langkah koordinasi yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama PLN.
Menurut Endarto, hingga saat ini masih terdapat perbedaan informasi mengenai penyebab utama gangguan kelistrikan yang terjadi, apakah murni disebabkan oleh proses pemeliharaan pembangkit dan jaringan atau berkaitan dengan pasokan bahan bakar pembangkit.
Ia menyebut pihak PLN sebelumnya menyampaikan bahwa gangguan yang terjadi merupakan bagian dari proses maintenance atau pemeliharaan sistem. Namun di sisi lain, muncul informasi lain yang menyebut adanya persoalan pada pasokan bahan bakar pembangkit sehingga hal tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
“Kami tentu memerlukan data resmi dan penjelasan yang sama dari semua pihak agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, yang paling penting saat ini adalah mengetahui akar persoalan sebenarnya sehingga solusi yang diambil juga tepat sasaran,” ujar Endarto dalam diskusi tersebut.
Meski demikian, Pemprov Kalsel memastikan akan terus memberikan dukungan kepada PLN dalam upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di Banua. Koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN sendiri disebut telah beberapa kali dilakukan, baik menyangkut operasional maupun kesiapsiagaan sistem kelistrikan.
Endarto menegaskan, secara umum kondisi pelistrikan di Kalsel sebenarnya cukup baik. Rasio elektrifikasi di daerah ini bahkan telah mencapai hampir 100 persen, sementara akses listrik ke desa-desa juga telah menjangkau sebagian besar wilayah di provinsi tersebut.
“Artinya persoalan kita hari ini bukan lagi soal ada atau tidaknya listrik, tetapi bagaimana memastikan pasokan itu tetap stabil, andal, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem interkoneksi antarwilayah dan peningkatan kapasitas jaringan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Menurutnya, sistem kelistrikan modern tidak lagi bisa hanya bergantung pada satu wilayah atau satu sumber pasokan saja.
Selain itu, Endarto turut menyinggung soal ketersediaan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik yang secara umum masih berada pada kondisi aman. Namun demikian, sinkronisasi data dan distribusi pasokan tetap perlu dijaga agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan yang dapat berdampak terhadap pelayanan listrik kepada masyarakat.
Melalui diskusi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari PLN, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat dapat bersama-sama mendorong terciptanya sistem kelistrikan yang semakin kuat dan andal, sehingga harapan besar masyarakat agar dapat kembali normal. (nug/KPO-4)















