Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

PUPR Kalsel Sebut Jalan Veteran Sungai Lulut Ambles, Penyebabnya Permasalahan Struktur Tanah

×

PUPR Kalsel Sebut Jalan Veteran Sungai Lulut Ambles, Penyebabnya Permasalahan Struktur Tanah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 WA0026 1 e1784099356824

BANJARMASIN, Kalimantanpost.con – Jalan Veteran Km 5,5 Sungai Lulut, Banjarmasin, mengalami ambles hampir berulang. Kejadian serupa juga sering terjadi.

Tahun ini ambles mencapai 30 centimeter dengan panjang 50-70 meter.

Kalimantan Post

“Memang kondisi jalan di samping Sungai semuanya berpotensi demikian. Di Jalan Veteran yang sekarang sudah sering ambles dan belum pernah ditangani secara menyeluruh. Hanya penanganan sementara,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, Rabu (15/7).

Menurut Yasin kondisi struktur tanah di titik tersebut yang menjadi penyebab utama. Struktur jalan yang hanya menggunakan cerucuk dan geotekstil maka bisa terjadi penurunan diakibatkan erosi tanah.

“Kondisi tanah di sana apabila musim hujau tanahnya diisi air lalu menjadi pengikat. Apabila musim kemarau airnya hilang maka tanahnya jadi lembek. Dilalui beban berat di atas terjadilah penurunan,” katanya.

Saat musim hujan, pori-pori tanah di bawah jalan terisi penuh oleh air. Ketika memasuki awal musim kemarau, volume air di dalam tanah tersebut menyusut drastis dan mengering.

“Kondisi sekarang sudah mulai mau kemarau. Tanah yang biasanya terisi air itu sudah mengering, sehingga ikatan tanahnya berkurang dan langsung amblas saat dibebani kendaraan,” ungkap Yasin.

Yasin menambahkan, karakteristik tanah yang labil dan sensitif terhadap perubahan cuaca ini tidak hanya terjadi di Jalan Veteran Sungai Lulut.

Pola kerawanan serupa juga ditemukan di jalur pinggir sungai lainnya di Kalsel, seperti di daerah Lampihong, Kabupaten Balangan.

Mengingat penyebab utamanya adalah faktor alam dan posisi geografis jalan, penanganan sementara dinilai tidak akan bertahan lama.

Dinas PUPR Kalsel menegaskan bahwa satu-satunya solusi jangka panjang adalah rekonstruksi total secara permanen.

“Jangka panjangnya harus dibangun siring atau struktur pengaman pantai (PSAP) di sepanjang sisi sungai. Namun, penanganan permanen ini memerlukan pembebasan lahan karena di sana banyak aktivitas perdagangan warga,” jelasnya.(mns/KPO-1)

Baca Juga :  Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNUKASE Raih Akreditasi “Baik Sekali”
Iklan
Iklan