MUSIBAH ambruknya tiga rumah di Kompleks Fadilah Perdana V, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, menyisakan duka mendalam. M. Ibnu Rizki (19) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Namun di balik tragedi itu, terselip kisah pengorbanan seorang kakak yang berusaha menyelamatkan adik-adiknya sebelum akhirnya kehilangan nyawa.
Saat bangunan mulai runtuh, Rizki disebut sempat meminta adik-adiknya keluar lebih dahulu. Setelah mereka berhasil dievakuasi, bangunan semakin ambruk dan Rizki terjebak di dalam. Upaya warga dan relawan menyelamatkannya dilakukan, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Kisah tersebut tentu menggugah rasa kemanusiaan kita. Namun, tragedi ini juga seharusnya menjadi peringatan serius bahwa keselamatan penghuni rumah tidak boleh dianggap sepele. Apalagi, tiga bangunan yang ambruk itu saling berdempetan dan menyebabkan kerusakan berantai.
Penyebab pasti ambruknya bangunan memang masih harus ditelusuri. Apakah karena konstruksi, kondisi tanah, usia bangunan, atau faktor lainnya, semuanya perlu diperiksa secara menyeluruh. Jangan sampai musibah serupa kembali terjadi hanya karena persoalan yang sebenarnya dapat dicegah.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi teknis perlu melakukan evaluasi terhadap bangunan di kawasan permukiman yang memiliki kondisi serupa. Pengembang juga harus bertanggung jawab memastikan rumah yang dibangun memenuhi standar keselamatan dan kelayakan konstruksi.
Langkah Pemkab Banjar memberikan bantuan darurat, santunan bagi keluarga korban, serta menyediakan hunian sementara patut diapresiasi. Komitmen pihak pengembang untuk membangun kembali tiga rumah yang roboh juga menjadi harapan baru bagi keluarga terdampak.
Namun, bantuan setelah bencana tentu tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah memastikan tragedi serupa tidak terulang. Setiap rumah adalah tempat berlindung, bukan justru menjadi ancaman bagi penghuninya.
Di tengah duka atas kepergian Rizki, kita patut menghargai keberaniannya menyelamatkan adik-adiknya. Pengorbanannya menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keluarga adalah nilai kemanusiaan yang sangat tinggi.
Kini, tugas bersama adalah memastikan keluarga korban dapat bangkit. Dan tugas pemerintah serta pihak terkait adalah menjadikan musibah ini sebagai bahan evaluasi serius demi keselamatan masyarakat.
Sebab, keselamatan warga harus selalu menjadi prioritas. Jangan menunggu rumah ambruk dan korban berjatuhan untuk kemudian kita bertanya, mengapa semua ini bisa terjadi.












