Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Gubernur Pastikan Kondisi PLTU Asam-asam, Minta Percepatan Perbaikan

×

Gubernur Pastikan Kondisi PLTU Asam-asam, Minta Percepatan Perbaikan

Sebarkan artikel ini
1 2 klm PLTU Asam asam1

Pelaihari, KP – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung proses perbaikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) UBP Asam-asam di Desa Sungai Baru, Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Selasa (4/8).

Kedatangan rombongan sekaligus memastikan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

Kalimantan Post

Muhidin menerima penjelasan dari manajemen PLN mengenai perkembangan perbaikan unit pembangkit yang mengalami gangguan.

Di PLTU Asam-asam terdapat enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt.

Usai mendapatkan pemaparan langsung dari pihak PT PLN UBP (Unit Pembangkit Listrik) Asamasam, Gubernur Kalsel dan jajaran Forkopimda didampingi General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, meninjau langsung dan melihat proses perbaikan gangguan teknis yang terjadi pada generator unit 3.

Usai meninjau, menyampaikan proses perbaikan pembangkit berjalan sesuai target.

Dari enam generator yang memiliki kapasitas total sekitar 500 megawatt (MW), hanya satu unit berkapasitas 54 MW yang mengalami kerusakan dan kini sedang diperbaiki secara intensif.

“Di sini ada enam generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt.

Yang mengalami kerusakan hanya satu unit berkapasitas 54 megawatt dan saat ini sedang diperbaiki,” ujar Muhidin.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan PLN, sistem kelistrikan ditargetkan mulai kembali normal secara bertahap pada Selasa (5/8) sekitar pukul 22.00 Wita, setelah seluruh tahapan uji coba berhasil dilaksanakan.

“Kami meminta kepastian kepada PLN apakah besok sudah bisa menyala. Alhamdulillah, disampaikan bahwa Insyaallah sekitar pukul 22.00 Wita sistem sudah bisa kembali menyala. Meskipun hanya tahap ujicoba dan kita berharap semuanya berjalan lancar,” katanya.

Meski demikian, Muhidin menegaskan kondisi tersebut masih bersifat siaga karena proses pemulihan salah satu unit pembangkit di PLTU Asam-asam belum sepenuhnya selesai.

Baca Juga :  Persiapan KEK dan Pelabuhan Internasional Kalsel Terus Dimatangkan, Pembangunan Ditarget Dimulai 2027

Ia menjelaskan, penyelesaian perbaikan unit pembangkit tersebut diperkirakan rampung pada 25 Agustus 2026.

Setelah itu, sistem kelistrikan Kalsel dan Kalteng diproyeksikan kembali beroperasi normal tanpa status siaga.

“Kalau perbaikan unit di Asam-asam selesai sekitar 25 Agustus nanti, Insyaallah sistem akan kembali normal seperti biasa.

Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keseriusan PLN yang mengerahkan tim teknis bekerja selama 24 jam penuh untuk mempercepat penyelesaian perbaikan.

“Tadi kami melihat langsung proses perbaikannya.

Ada tim yang bekerja selama 24 jam, bahkan menggunakan kamera khusus untuk memastikan tidak ada lagi bagian mesin yang bermasalah.

Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalsel-teng, Iwan Soelistijino, mengatakan seluruh jajaran PLN bersama subholding pembangkitan dan mitra kerja bekerja tanpa henti untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan.

Ia menjelaskan, gangguan pada tiga unit generator pembangkit sekitar minggu ketiga Juli menyebabkan kemampuan pasokan listrik menurun sehingga PLN harus melakukan pengaturan beban berupa pemadaman bergilir.

“Kami memahami sepenuhnya bahwa kondisi ini telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, dunia usaha, pelayanan publik, maupun berbagai aktivitas lainnya. Untuk itu, atas nama PLN kami kembali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas kondisi yang terjadi,” ujar Iwan.

Menurutnya, proses pemulihan dilakukan selama 24 jam tanpa henti dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, dan percepatan penyelesaian agar seluruh unit pembangkit dapat kembali beroperasi normal.

“Seluruh jajaran PLN bersama subholding pembangkitan dan seluruh mitra kerja telah mengerahkan sumber daya terbaik.

Pekerjaan pemulihan dilakukan selama 24 jam secara berkesinambungan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta kecepatan penyelesaian,” katanya.

Baca Juga :  BINDA Cek PLTU Asam-asam

Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN juga menyalurkan bantuan berupa 51 unit genset portabel dan sekitar 6.000 lampu darurat (emergency lamp) di berbagai fasilitas pelayanan masyarakat agar aktivitas pelayanan publik tetap berjalan selama proses pemulihan.

PLN juga menggelar site visit bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk transparansi terkait kondisi lapangan, progres perbaikan, serta tantangan teknis yang dihadapi.

“Kegiatan site visit ini kami selenggarakan sebagai bentuk keterbukaan PLN kepada para pemangku kepentingan.

Kami ingin menunjukkan secara langsung kondisi aktual di lapangan, progres pekerjaan yang sedang berlangsung, tantangan teknis yang dihadapi serta langkah-langkah percepatan yang sedang dilakukan oleh seluruh tim,” jelasnya.(*/mns/K-2)

Iklan
Iklan