Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

PLN Klaim Pemadaman Berkurang, DPRD Tagih Janji Pemulihan

×

PLN Klaim Pemadaman Berkurang, DPRD Tagih Janji Pemulihan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260802 063830 e1785625846475
Asisten Manager Bagian Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Banjarmasin Dedy Noveyusa, saat memberikan penjelasan saat publik hearing. Kalimantanpost.com - Foto/Forwadek

BANJARMASIN – PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin mengklaim kondisi kelistrikan di Banjarmasin dan sekitarnya mulai berangsur pulih. Durasi pemadaman bergilir yang sebelumnya mencapai lima hingga enam jam kini berkurang menjadi tiga hingga empat jam sejak 29 Juli 2026.

Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Banjarmasin, Dedy Noveyusa, mengatakan perbaikan sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan terus dilakukan untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik.

Kalimantan Post

“Alhamdulillah sistem berlangsung pulih. Dari 29 Juli 2026, durasi berkurang menjadi tiga sampai empat jam dari sebelumnya lima sampai enam jam,” ujarnya dalam public hearing di DPRD Kota Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Dedy, progres perbaikan pembangkit yang mengalami kerusakan mulai menunjukkan hasil positif. Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, PLN masih berkoordinasi dengan PLN Pusat dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, meminta PLN segera menuntaskan pemadaman bergilir sesuai target yang telah dijanjikan pada awal Agustus.

“Pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat. Kami meminta PLN mempercepat penanganan sehingga pemadaman tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Isnaini juga menyoroti kompensasi bagi masyarakat yang terdampak, baik rumah tangga, pelaku usaha maupun sektor industri.

“Tentu janji perbaikan dari pihak PLN bakal ditagih. Bila bergeser dari estimasi waktu yang telah dijanjikan, akan kami pertanyakan kembali,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengapresiasi forum public hearing yang mempertemukan masyarakat dengan pihak PLN.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Banyak penjelasan mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir dan kompensasi yang akan diterima masyarakat dari pihak PLN,” ujarnya.

Diketahui, gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dipicu masalah pada sejumlah pembangkit, di antaranya Tanjung Power Indonesia, SKS Listrik Kalimantan, serta pemeliharaan PLTU Asam-Asam. PLN menargetkan perbaikan di SKS Listrik Kalimantan selesai pada 5 Agustus 2026, sedangkan pemeliharaan PLTU Asam-Asam rampung pada 29 Agustus 2026.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Dinas Pertanian Kalsel Usul Tambahan Anggaran Rp132 Miliar pada 2027

Meski PLN mengklaim kondisi mulai membaik, masyarakat masih menunggu bukti nyata bahwa pemadaman bergilir benar-benar berakhir dan pasokan listrik kembali normal.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan