Sudah menghubungi Kemenhaj, hingga KJRI, tapi sampai saat ini belum dapat bantuan berarti.
BANJARMASIN, KP – Sebanyak 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel),mayoritas dari Barabai dan Tanjung dikabarkan terlantar di Jeddah, Arab Saudi.
Hal itu diketahui jemaah yang dibernagkatkan Travel Syakira Tour,
memberikan kabar kepada kerabat dan keluarganya bahwa mereka tak bisa pulang ke Banua.
Kabar tersebut kemudian viral, salah satunya dari postingan Tiktok Netizen Kalsel.
Permasalahannya yakni dari pihak Travel tidak kunjung membelikan tiket untuk kepulangan para jemaah. Sampai saat ini mereka sudah empat hari terlantar di Jeddah tanpa dibiayai pihak travel alias biaya sendiri.
Informasi dihimpun, rombongan 38 jemaah di Jeddah ini terbagi dua kelompok, yakni 10 orang jamaah dari grup Tanjung (paket 16 hari) dan sebanyak 28 orang jamaah dari grup Barabai (paket 12 hari).
Para jemaah ini sudah berupaya berulang kali menghubungi pihak travel untuk menagih tanggungjawab, namun tak kunjung ada solusi.
Salah seorang jamaah yang terlantar, Rifani, menuturkan, pihaknya juga sudah menghubungi Kemenhaj, hingga KJRI.
Tapi sampai saat ini pihaknya belum dapat bantuan berarti, khususnya keperluan jangka pendek, seperti makanan dan penginapan.
Para jemaah masih mencoba berbagai cara untuk bisa dipulangkan ke tanah air.
Bahkan mereka sampai urunan untuk bisa menyambung hidup di Jeddah.
“Kami urunan menyewa penginapan di Jeddah.
Satu hari sekitar Rp6 Juta. Makan juga mahal di sini.
Kami sudah kehabisan uang,” ungkap Rifani, dalam video di postingan, Jumat (31/7).
“Mohon sampaikan informasi ini ke Bapak Gubernur,” ucapnya lagi.
Rifani juga mengatakan, dari informasi yang diterimanya, travel ini mau dipanggil ke Polda, dan aset-asetnya juga tidak cukup untuk mengembalikan dana jemaah yang belum berangkat.
Selain itu, mau mengajukan kredit ke Bank juga tidak bisa.
“Apalagi jemaah yang belum bisa berangkat juga menggeruduk travelnya di Banjarmasin,” kata Rifani.
Beberapa hari sebelumnya, sebanyak 83 jemaah umrah asal Banjarmasin juga kecewa dan merasa tertipu, setelah keberangkatan mereka untuk ibadah umroh ke tanah suci selalu ditunda-tunda.
Terakhir, mereka dijadwalkan akan berangkat tanggal 29 Juli 2026 oleh travel Syakira Tour. Namun jadwal itu hanya janji belaka.
Padahal per jemaah telah menyetor biaya berangkat sebesar Rp30.400.000.
Kini para jemaah menuntut tanggung jawab pemilik travel. Mereka minta uang dikembalikan atau tetap diberangkatkan. (opq/K-2)















