BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tantangan yang dihadapi generasi muda semakin beragam seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kondisi tersebut membuat Gerakan Pramuka di Kota Banjarmasin terus memperkuat perannya sebagai wadah pembentukan karakter, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi bagi anak-anak.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pramuka ke-65 yang dilaksanakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin di halaman Balai Kota Banjarmasin, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.100 peserta dari golongan Penggalang dan Siaga yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Banjarmasin.
Peringatan diawali dengan apel upacara pada sore hari, kemudian dilanjutkan dengan defile yang menampilkan perwakilan dari masing-masing ranting Pramuka di lima kecamatan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Neli Listriani mengatakan, kegiatan kepramukaan memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas lapangan.
Menurut Neli, Pramuka menjadi salah satu sarana bagi anak untuk membangun kepercayaan diri, belajar berinteraksi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pramuka itu dididik untuk melatih anak-anak menjadi mandiri, bersosialisasi, dan menjadi anak yang berprestasi,” kata Neli.
Neli juga menyoroti pentingnya menciptakan kegiatan kepramukaan yang dapat diikuti seluruh anak tanpa terkecuali. Prinsip tersebut salah satunya diterapkan dengan melibatkan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan Jambore.
Keterlibatan ABK dalam kegiatan Pramuka diharapkan dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi.
“Dari Jambore juga kita melibatkan anak berkebutuhan khusus. Jadi tidak menutup kemungkinan anak-anak ABK bisa berorganisasi dan bersosialisasi dengan orang banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Banjarmasin, Husaini menambahkan bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu fondasi utama dalam kegiatan Pramuka.
Husaini menyebut Pramuka memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari kegiatan pendidikan nonformal di lingkungan sekolah.
“Pramuka ini pendidikan nonformal yang masuk dalam ekstrakurikuler, yang wajib dan unggulan di setiap sekolah,” terang Husaini.
Menurutnya, proses pembentukan karakter tidak dilakukan secara instan. Anak-anak dibiasakan mengikuti berbagai kegiatan yang mendorong mereka untuk bertanggung jawab, disiplin, mandiri, serta mampu membangun hubungan sosial dengan lingkungan.
“Pramuka kegiatannya lebih menitikberatkan kepada karakter. Kejiwaannya dibangun mulai dari kemandiriannya, sikap dan lain sebagainya,” jelasnya.
Perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan perangkat digital oleh anak-anak juga menjadi tantangan tersendiri. Pramuka dinilai dapat menjadi ruang bagi anak untuk sejenak mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan kembali membangun interaksi secara langsung.
Ia menilai teknologi merupakan bagian dari kehidupan yang tidak mungkin dihindari. Sebab hal itu, pendekatan yang dilakukan bukan dengan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan memberikan keseimbangan melalui aktivitas nyata di lapangan.
“Kaitannya dengan teknologi saat ini tidak bisa dihindari, tetapi paling tidak saat anak-anak berkegiatan Pramuka meninggalkan hal itu,” ujarnya.
Di sisi lain, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak juga mulai menjadi bagian dari pembinaan anggota Pramuka. Anak-anak tidak hanya diajak aktif di media sosial, tetapi juga dibekali pemahaman untuk memilah informasi yang mereka terima.
“Di dalam Pramuka pun mereka diajarkan bagaimana menyikapi media sosial saat ini, bermedia sosial yang baik, menyaring informasi mana yang benar dan hoaks,” tuturnya.
Ia mengatakan perkembangan zaman turut memengaruhi bentuk kegiatan kepramukaan. Sejumlah aktivitas yang sebelumnya identik dengan metode konvensional kini mulai dipadukan dengan pendekatan digital agar tetap relevan dengan karakter generasi saat ini.
“Kegiatan Pramuka saat ini pun berbeda dari yang dulu. Sudah mengikuti perkembangan zaman, kegiatannya sudah mengarah kepada digital,” pungkasnya.(jam/KPO-4).















