BaNJARBARU, Kalimantanpost.com – Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan sebelumnya posisi air di Hutan Lindung Liang Anggang tidak terlalu banyak dan alat yang dipunya juga tidak terlalu lengkap.
Kemudian intervensi Pemerintah Provinsi mengalokasikan 50 mesin serta beberapa alkon untuk membasahi daerah-daerah yang seperti Panggalaman.
Menurutnya seminggu yang lalu di sana ada yang terbakar. “Sekarang ini sudah basah sehingga hampir tidak ada lagi asap yang keluar. Karena ini kan asap artinya api ada di bawahnya,” ujarnya.
50 mesin yang ada ditempatkan secara permanen untuk mengaliri daerah-daerah yang potensial ada api dengan harapkan tidak ke daerah yang dijaga saat ini.
“Mungkin dalam 4 hari ini sudah ketemu gelang kanal yang kita buat. Dengan adanya air di sekeliling Hutan Lindung, kemudian alat yang sudah terpasang, kita harapkan tidak ada lagi api atau asap yang ada di di areal Hutan Lindung,” katanya.
Sebelumnya 121 hektar hektare dalam kawasan hutan sempat terbakar.
Bahkan, APL di samping hutan lindung juga sebelumnya terbakar penuh. “APL ini kita jaga juga karena jika terbakar percikan apinya bisa sampai ke hutan lindung,” ungkapnya.(mns/KPO-1)















