BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kecelakaan lalu lintas yang kerap menimpa para relawan pemadam kebakaran (Damkar) saat bertugas membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menggelar program edukasi keselamatan berkendara (Safety Driving) sekaligus teknik penanganan darurat bagi barisan pemadam.
Edukasi pertama diikuti 140 personel relawan di bawah wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah yang dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, beserta Kepala Disdamkarmat, Hendro yang berlangsung di Fave Hotel Banjarmasin, agenda ini resmi dibuka pada Rabu (9/09/2026).
Di hadapan ratusan relawan, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, memaparkan pelatihan ini lahir dari kegelisahan pemerintah melihat fakta di lapangan. Ia menyoroti fenomena memprihatinkan di mana para anggota pemadam ini kerap menjadi korban kecelakaan justru saat mereka sedang berpacu dengan waktu menuju lokasi musibah.
“Sangat ironis dan disayangkan, niat hati kawan-kawan ini sangat mulia untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat, tapi pada praktiknya malah mereka yang berujung nahas di jalan. Realita pahit inilah yang langsung direspons cepat oleh Pak Wali Kota kita,” tutur Hj. Ananda.
Sebagai pemateri kegiatan tersebut dari Polresta Banjarmasin didapuk untuk menggembleng teknis bermanuver dan berkendara aman, sementara tim Basarnas ditugaskan untuk mentransfer ilmu pertolongan pertama di medan darurat.
Lebih jauh, pimpinan daerah ini mengungkapkan bahwa urgensi perlindungan bagi relawan kian terasa mendesak pasca gugurnya almarhum Muhammad Firman Ariyadi. Kunjungan Ananda ke kediaman keluarga mendiang menguak fakta mengejutkan bahwa almarhum yang berstatus relawan resmi tersebut ternyata belum terjamin oleh jaring pelindung BPJS.
“Kita harus pastikan tragedi kelam seperti ini adalah yang terakhir kalinya, ke depannya, kami ingin seluruh relawan BPK yang sudah teregistrasi resmi di data Dinas Damkar wajib mengantongi jaminan, sehingga jika terjadi hal tak terduga atau kecelakaan berat saat bertugas, ada santunan yang melindungi mereka,” tegas Ananda.
Mengawal jalannya instruksi Wali Kota Banjarmasin ini, Kepala Disdamkarmat Kota Banjarmasin, Hendro, merincikan skema pelaksanaan edukasi yang dirancang secara maraton. Ia menjelaskan pembekalan ini akan digeber selama lima hari berturut-turut dengan sistem pembagian per kecamatan agar materi lebih mudah diserap.
“Setiap harinya kita targetkan 140 peserta dari masing-masing kecamatan, sehingga total ada lebih dari 500 relawan yang akan kita cetak menjadi petugas tanggap, lewat materi ini, kita harapkan mereka paham bahaya kecepatan tinggi, sekaligus mahir memberikan pertolongan awal bagi korban sesak napas di lokasi sebelum tim medis tiba,” pungkas Hendro. (nug/KPO-3)















