Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Permukaan Tanah di Banjarmasin Turun 3 Cm/Tahun

×

Permukaan Tanah di Banjarmasin Turun 3 Cm/Tahun

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin KP – Tidak hanya di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia, penurunan permukaan tanah juga dialami Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang (Kabid) Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin Hizbul Wathony memaparkan,  ditemukan fakta terjadi penurunan permukaan tanah di sebagian wilayah Kota Banjarmasin.

Kalimantan Post

Menurutnya, penurunan permukaan tanah rata- rata terjadi sekitar 3 centimeter setiap tahunnya.

“Fakta penurunan permukaan tanah ini kami terima dari hasil penelitian Universitas Lambung Mangkurat (ULM),” ujarnya.

Hal itu disampaikannya saat rapat kerja dengar pendapat dengan komisi III DPRD Kota Banjarmasin dengan agenda membahas soal banjir rob yang terjadi di Banjarmasin dalam satu pekan terakhir ini, Kamis (9/12/2021) kemarin.

Ia menjelaskan dari hasil penelitian itu, sebagian besar permukaan tanah yang mengalami penurunan berada di wilayah kecamatan Banjarmasin Selatan.

Menyinggung soal penyebab terjadinya  penurunan permukaan tanah, Hizbul Wathony tidak menjelaskan lebih jauh.

“Sebab untuk mengetahui penyebabnya harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Saat ini DPUPR sedang berkoordinasi dengan Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas, Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk melakukan penelitian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, para pakar berpendapat penurunan permukaan tanah ini merupakan salah satu sebab terjadi genangan air jika terjadi banjir atau curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Selain kondisi alam dan faktor lainnya,” tambahnya.

Menurutnya, berdasarkan penelitian para ahli ada empat jenis penurunan muka tanah. Pertama, akibat ekstraksi air tanah, kedua akibat beban konstruksi, ketiga akibat konsolidasi alami tanah aluvium dan terakhir karena struktur tanah.

Dari empat faktor penyebab penurunan tanah  itu lanjutnya, paling dominan akibat ekstraksi atau pengambilan air tanah yang sangat berlebihan.

“Namun demikian penyebab faktor ini kemungkinan sangat kecil, karena  layanan air bersih yang diambil bersumber dari air permukaan di kota ini sudah terlayani secara merata di seluruh wilayah Banjarmasin,” tutup Hizbul Wathony. (nid/K-7)

Baca Juga :  Banjarmasin Raih Dua Penghargaan di Puncak Harjad ke-76 Kalimantan Selatan
Iklan
Iklan