Kepala Sekolah SMPN 6 Banjarmasin, Aminsyah membenarkan mulai Selasa (02/02/2022), resmi menjalankan PJJ akibat adanya siswa terpapar virus Corona
BANJARMASIN, KP – Setelah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1, 2 dan 19 Banjarmasin, kini giliran SMPN 6 Banjarmasin yang terpaksa menghentikan aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara oenuh di sekolah.
Keputusan tersebut diambil lantaran adanya ditemukan salah satu siswanya yang terpapar Covid-19. Alhasil sekolah yang beralamat di kawasan Jalan Veteran, Banjarmasin itu terpaksa harus mengganti pola PTMnya ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga beberapa hari kedepan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMPN 6 Banjarmasin, Aminsyah membenarkan bahwa per hari Selasa (2/2) pihaknya resmi menjalankan PJJ akibat adanya siswa terpapar virus Corona.
“Ada satu orang siswa kami laki-laki kelas 9 yang positif,” ucapnya saat ditemui awak media di sekolah, Rabu (02/2) pagi.
Ia membeberkan, siswa bersangkutan diketahui terkonfirmasi positif covid-19 setelah melakukan pemeriksaan di salah satu laboratorium swasta. Dan hasilnya, dinyatakan positif.
“Tanggal 1 Februari 2022, orangtua siswa bersangkutan mengirimkan surat hasil laboratorium ke kami. Lalu secepatnya di rapat internal. Lalu kita lakukan PJJ dari tanggal 2 sampai 8 Februari 2022,” tambahnya.
Ia menceritakan, bahwa siswa yang bersangkutan terakhir hafir ke sekolah pada Jumat (28/1) kemarin.
“Setelah itu tidak hadir lagi, informasinya suhu badannya saat itu di bawah 37 derajat. Tidak ada gejala berat, hanya seperti orang flu biasa,” jelasnya lagi.
Dalam hal ini, Ia mengaku langsung melakukan langkah strategis untuk mengurangi risiko penularan. Yakni berkoordinasi dengan Puskesmas Sungai Mesa guna melakukan tracking atau pelacakan.
Selain tracking, Ia juga meminta pihak puskesmas agar bisa melakukan sterilisasi atau penyemprotan disinfektan di sekolah.
“Hari ini juga (02/2), kita surati pihak puskesmas untuk melakukan tracking dan penyemprotan. Ada 28 kelas total semuanya,” pungkasnya.
Terkait vaksinasi, Ia mengklaim, bahwa sebanyak 92 persen siswa di SMPN 6 Banjarmasin sudah divaksin covid-19.
Sedangkan untuk guru dan seluruh karyawan hampir 100 persen, terkecuali mereka yang memiliki komorbid.
“Total ada 863 siswa. Termasuk siswa bersangkutan juga sudah divaksin dua kali,” pungkasnya.
Sebelumnya, PJJ juga lebih dulu dilaksanakan tiga SMP lain, selama sepekan, lantaran ditemukan siswanya yang terkonfirmasi positif covid-19.
Yakni SMPN 1 Banjarmasin, yang ditemukan sebanyak 13 siswa terkonfirmasi positif covid-19. Lalu di SMPN 2 dan 19 Banjarmasin, yang masing-masing ditemukan satu orang siswa. (Kin/K-3)















