Banjarmasin, KP – Binaraga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertimbangkan untuk dipertandingkan pada PON 2025 di Aceh – Sumatera Utara (Sumut).
Meski demikian, hal itu tak mempengaruhi Pengurus Persatuan Binaraga Dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kalimantan Selatan untuk terus menjalankan program kerja (proker) pembinaan prestasi.
Ketua Harian PBFI Kalsel, Yudha Pribadi menyebut kepastian itu baru akan dibahas pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada bulan Februari ini.
Hingga saat ini ia menyebut tuan rumah Aceh dan Sumut belum membatalkan binaraga sebagai cabang olahraga yang digelar di PON XXI.
“Sampai sejauh ini kita dari PBFI belum ada pemberitahuan dari pengurus besar, kita telah terima info bulan Oktober binaraga digelar di Aceh. Untuk pembinaan kita tetap jalan, kita fokus ke Porprov,”ujarnya.
Selain binaraga, sejumlah cabang lain juga dipertimbangkan untuk bertanding di PON Aceh-Sumut diantaranta gantole, terbang layang, bermotor, dancesport, sepak takraw serta muaythai.
-Perbanyak Kejuaraan
Pengurus Provinsi PBFI Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2021, di Hotel Royal Jelita Jl A,Yani Km 5 Banjarmasin. Dihadiri 13 Kabupaten Kota, guna membicarakan program kerja satu tahun kedepan.
Ketua PBFI Kalsel, Mustohir Arifin tak menampik jika berkembangnya suatu cabang olahraga juga disokong dengan banyaknya kejuaraan.
“Rapat kerja kali ini sebagai program kerja tahun depan yaitu pembinaan, ada pula Kejurprov dan kejuaraan-kejuaraan lainnya yang diadakan akan diadakan” ucap lelaki yang akrab disapa H.Imus tersebut.
Sebagai cabang olahraga lama saat masih gabung PABBSI, namun menjadi anggota baru KONI, setelah memisahkan diri, H.Imus berharap kepengurusan pada Kabupaten Kota dapat aktif dalam hal menjaring atlet.
Pasalnya atlet tidak hanya datang dari ibu kota saja, namun dari pelosok daerah.
“Karena Pengcab 13 kab/kota kita mintakan untuk mencari bibit-bibit untuk Pra PON tahun 2023” pungkasnya lagi.
H Imus yang baru sukses mendampingi atlet billiard meraih medali emas PON XX Papua, menambahkan, pembinaan yang bagus tidak hanya membutuhkan waktu hitungan bulan, namun tahunan.
Dua tahun jelang pelaksanaan Pra Kualifikasi PON dapat dimanfaatkan untuk mencetak binaragawan yang mampu membawa kembali nama Kalsel di kancah nasional.
“Mudah-mudahan, binaraga kalsel kembali berjaya, Kejurprov nanti hasilnya bisa kita lihat, kemungkinan nanti ada kejuaraan lokal untuk mencari bibit” tutup H.Imus. (nets/nfr/k-9)















