Palangka Raya, KP – Untuk tiga bulan ke depan sampai hari besar keagamaan, sehingga tidak perlu dirisaukan, terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Riza Rahmadi kepada media, Senin (10).
Kepastian ketersediaan pangan tersebut ia sampaikan usai mendampingi Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Nuryakin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Palangka Raya sehari sebelumnya. Ketersediaan pangan cukup untuk tiga bulan ke depan sampai hari besar keagamaan”, ujarnya.
Terkait harga beras yang naik, khususnya beras lokal karau, itu benar adanya. Hal itu berdasarkan pengakuan distributor karena terjadi suplai berkurang, padi diserang hama, lantaran curah hujan tinggi. Sedangkan beberapa bahan pokok lainnya cendrung turun.
Ditanya bagaimana menjaga stabilitas harga, guna menekan inflasi akibat kenaikan BBM, yang berdampak mengerek kenaikan bahan pangan. Dijelaskan untuk beras, dan beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pihaknya bersama instansinya terkait melakukan pasar murah.
Ada juga pasar penyeimbang di depan SMPN I Palangka Raya, dan beberapa daerah lainnya dilaksanakan bersama pihak terkait.
Terbaru kegiatan pasar murah bersubsidi di laksanakan di Kelurahan Marang, ditargtekan sebanyak 300 paket dengan nilai harga 150 perpaket, tetapi dijual hanta Rp 50.000. di Kelurahan Marang.
Penyerahan paket secara simbolis dilaksanakan Kadis Perdagangan dan Perindustrian Aster Bonawaty mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
Kepada awak media salah satu penerima manfaat pasar murah Sabariah, (62) sebagai nelayan dan ibu rumah tangga, mengaku sangat bersyukur, dan mengharapkan “kalau bisa tiap Minggu pasar murah begini”.
Sementara itu ibu Lurah setempat Yuliati Ningsih, S.Pt, menjelaskan di Kelurahan Marang, masuk Kecamatan Bukit Batu warganya sebanyak 350 KK, atau 1.050 jiwa, pekerjannya sebagai peternak dan nelayan, da warga miskin 245 jiwa atau 63 kk. (drt/k-10)















