Banjarmasin,KP – Jalan Simpang Pangambangan Kecamatan Banjarmasin Timur yang berada di tepian Sungai Martapura kini semakin memprihatinkan karena terkikis abrasi.
Sebagaimana dilaporkan kerusakan jalan cukup vital bagi warga yang tinggal di RT 9,RT 10 dan RT 28 di wilayah ini sudah berlangsung sekitar 10 tahun lebih dan sampai sekarang belum tersentuh perbaikan
Karena belum juga dilakukan perhatian, warga kembali menyampaikan usulan kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Banjarmasin Timur saat mengadakan kegiatan reses di wilayah itu beberapa waktu lalu.
” Benar sekali dalam kegiatan reses dilaksanakan bulan Oktober lalu warga kembali menyampaikan aspirasi agar kerusakan Jalan Simpang Pangambangan yang terkikis abrasi segera dilakukan perbaikan,” ungkap anggota DPRD Kota Banjarmasin Noorlatifah
Kepada {KP} Jumat (9/10/2022) Noorlatifah mengatakan, warga mengeluh karena kondisi Siring di Jalan Pengambangan semakin parah sejak mengalami abrasi puluhan tahun lalu.
” Sisi siring makin terkikis oleh abrasi. Bahkan, di saat air pasang, jalan di kawasan itu praktis tidak bisa dilalui,” ujar politisi dari Partai Golkar ini.
Diakuinya, usulan perbaikan Jalan Simpang Pangambangan sudah berulang kali disampaikan, namun karena anggaran perbaikan cukup besar dan ada program lain yang menjadi prioritas perbaikan, sehingga jalan itu belum bisa direalisasikan.
Kendati demikian ia mengatakan, pihak dewan akan terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR ataupun dinas Permukiman (Perkim) sehingga usulan perbaikan siring tersebut dapat diperjuangkan.
” Kalau tidak memungkinkan melalui dana APBD bisa saja diusulkan untuk meminta bantuan dengan pemerintah provinsi atau pusat,” ujar anggota dewan yang akrab disapa Lala ini.
Ia memperkirakan, ,perbaikan Jalan Simpang Pangambangan diperkirakan menelan dana sebesar Rp 45 miliar.
Menurutnya karena jalan berada di tepian sungai dan rawan longsor, maka perbaikan diharapkan selain membangun siring ,tapi juga dengan menggunakan pondasi pile slab yang merupakan struktur pondasi yang ditumpu tiang pancang, seperti jembatan dengan sistem beton.
Diketahui kerusakan Jalan Simpang Pangambangan diperkirakan sepanjang 120 meter. Pada saat air sungai pasang dalam jalan itu praktis lumpuh total dan tidak bisa dilalui warga karena seluruh bahu jalan tenggelam akibat air pasang. (nid/K-3)















