Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Dewan Minta Pasar Tradisional Harus Ditata Ulang

×

Dewan Minta Pasar Tradisional Harus Ditata Ulang

Sebarkan artikel ini

maraknya pasar modern seperti minimarket baik langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap keberadaan pertumbuhan terhadap pasar tradisional.

BANJARMASIN, KP – Sejumlah pasar tradisional di Kota Banjarmasin diminta untuk ditata ulang.

Kalimantan Post

“Hal ini dibutuhkan agar pasar tradisional tidak kalah bersaingan dengan pasar modern,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Bambang Yanto Permono.

Sebelumnya kepada {KP} Kamis (11/5/23) ia menilai, hampir seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Banjarmasin belum terkelola dengan baik. Terutama dari penataan dan kebersihan.

Selain itu umumnya permasalahan pasar tradisional masih belum mengikuti perkembangan kondisi dan situasi faktual saat ini.

Hal itu ujarnya karena masih rendahnya pengetahuan para pengusaha/pedagang mengenai produk dan strategi pemasaran dan revitalisasi pasar tradisional, sehingga mereka belum mampu bersaing dengan pasar modern.

Padahal tandasnya, menyusul maraknya pasar modern seperti minimarket baik langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap keberadaan pertumbuhan terhadap pasar tradisional.

” Masalahnya karena pasar modern memberikan kenyamanan dengan ruangan ber AC dan bersih, sehingga pembeli merasa lebih nyaman berbelanja di pasar modern daripada pasar tradisional,” ujarnya.

Meski lebih jauh anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat ini mengakui, dalam beberapa tahun terakhir Pemko Banjarmasin telah melaksanakan program revitalisasi berupa penataan dan pembenahan sejumlah pasar tradisional di kota ini.

Namun demikian Bambang Yanto berpendapat hal itu tidaklah cukup, lantaran pasar tradisional yang sudah direvitalisasi dan dilakukan penataan hingga kini belum diimbangi sejumlah kebijakan dan program strategis lainnya.

Seperti lanjutnya, pembangunan kelembagaan (institutional building), perlunya membentuk kepengurusan hingga pengembangan sistem manajemen pasar beserta sumber daya manusia (SDM) yang terlibat.

“Tidak kalah penting perlunya pembinaan terhadap pedagang pasar tradisional itu sendiri,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemberantasan Narkoba Tak Bisa Dibebankan ke Polisi, Pencegahan Harus Dimulai dari Keluarga

Bambang Yanto mengatakan, Pemko Banjarmasin harus konsisten dalam menjaga eksistensi pasar tradisional agar memberi manfaat kepada masyarakat maupun untuk kepentingan pedagang itu sendiri dalam berusaha, selain sebagai salah satu sumber bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Disebutkan di Kota Banjarmasin sedikitnya ada sekitar 100 lebih pusat perbelanjaan modern, seperti Alfamart dan Indomaret.

Masuknya pusat perbelanjaan modern ini salah satunya diyakini akan memberikan peluang terhadap penyerapan tenaga kerja, menyusul sulitnya mencari peluang kerja, baik formal maupun informal saat ini.

Lebih jauh ia mengakui dalam upaya Pemko Banjarmasin dalam merevitalisasi atau menata ulang pasar tradisional ini tidak. Kendala yang dihadapi adalah karena sering mendapat penolakan pedagang.

” Seperti untuk merevitalisasi Pasar Sudimampir, Pasar Ujung Murung dan terakhir Pasar Batuah,” demikian kata Bambang Yanto. (nid/K-3)

Iklan
Iklan