Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Jelang Idul Adha Penjualan Kambing Kurban Masih Sepi

×

Jelang Idul Adha Penjualan Kambing Kurban Masih Sepi

Sebarkan artikel ini
hal10 2klmkambing
KAMBING – Penjualan kambing untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini relatif, sehingga stok kambing masih banyak belum terjual. (KP/mardi)

Banjarmasin, KP – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan kambing kurban di Kota Banjarmasin masih sepi.

Salah satu pedagang kambing kurban di Jalan RK Ilir Kecamatan Banjarmasin Selatan, Ahmad Rijani mengeluhkan penjualan untuk keperluan daging kurban pada 2023 jauh lebih sepi dibandingkan 2022 lalu.

Kalimantan Post

Dikatakannya dari stok sebanyak 100 ekor kambing, yang terjual hanya beberapa ekor saja.

“Biasanya, kambing kurban sudah terjual semua atau pembeli yang memberikan DP atau uang muka hingga mencapai dua pertiga dari stok kambing yang dimiliki,” kata Rijani.

Akibat sepinya penjualan ini, dari biasanya menyiapkan stok sebanyak 300 ekor, untuk tahun ini hanya menyiapkan stok kambing kurban sebanyak 200 ekor.

Kedatangan hewan kurban ini pun dilakukan secara bertahap agar tidak semakin merugi, berkisar 20 atau 50 ekor untuk setiap kali pengiriman dari Pulau Jawa.

“Kambing-kambing yang ada di tempat Pak Pandi ini, hampir semuanya berasal dari pulau Madura,” tambahnya.

Menurutnya, akibat faktor ekonomi yang menyebabkan jumlah pembeli semakin berkurang.

Ditambah lagi, harga kambing kurban akan mengalami peningkatan, terutama lima hari menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Harga kambing berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor tergantung pada besar atau kecil ukuran,” ungkap Rijani.

Namun kini, harga kambing terendah sebesar Rp3 juta per ekor, mengalami kenaikan hingga Rp3,5 juta hingga Rp3,7 juta per ekor.

Penjualan kambing kurban dalam tiga tahun ini terus mengalami penurunan, yang disebabkan penutupan aktivitas penyeberangan ferry akibat Covid-19 pada 2022, penutupan wilayah Kalsel akibat merebaknya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada tahun lalu, serta kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik pada 2023 ini.

Baca Juga :  Hardiknas 2026 di Banjarmasin, Ancaman Gangster Remaja Jadi Sorotan

Kondisi ini, dinilainya masih sedikit lebih baik karena pada tahun 2022 lalu, pedagang tidak bisa mendatangkan kambing kurban dari Pulau Jawa dan memilih kambing kurban asal Kalsel.

“Kambing kurban yang kita jual tahun lalu berasal dari Kawasan Tanah Laut,” tutur Ahmad Rijani.

Namun, kambing kurban ini disebutnya kurang disukai konsumen karena ukurannya yang kecil sementara harganya tidak jauh berbeda dengan kambing kurban asal Pulau Jawa. (mar/K-7)

Iklan
Iklan