Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Terasa Mimpi, SMPN 6 Banjarmasin Juara Pertama Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Nasional

×

Terasa Mimpi, SMPN 6 Banjarmasin Juara Pertama Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20230830 WA0012

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Prestasi membanggakan ditoreh SMPN 6 Banjarmasin berhasil meraih juara pertama lomba Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat nasional yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

“Subhanallah, terasa mimpi kami bisa menjadi juara pertama SSK tingkat nasional. Kami tak menyangka sama sekali, karena saingannya dari SMP favorit di Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan provinsi lainnya,” papar Aminsyah, Kepala SMPN 6 Banjarmasin, Rabu (30/8/2023).

Kalimantan Post

Menurut dia, informasi keberhasilan SMPN 6 Banjarmasin meraih juara baru kemarin dari BKKBN RI.

Selain juara pertama SSK tingkat nasional, guru SMPN 6 Banjarmasin, Sri Wahyuni juga meraih juara kedua lomba logo Sekolah Siaga Kependudukan tingkat nasional.

“Dua kemenangan di tingkat nasional merupakan persembahan keluarga besar SMPN 6 Banjarmasin dalam rangka HUT Kota Banjarmasin ke-497 di bulan September ini,” ucap Aminsyah.

Menurut dia, keberhasilan guru, siswa dan seluruh keluarga besar SMPN 6 Banjarmasin yang telah mempersiapkan diri selama lomba SSK mulai tingkat Kecamatan hingga Nasional.

Sebelumnya, SMPN 6 Banjarmasin meraih juara pertama sebagai pengelola terbaik Sekolah Siaga Kependudukan tingkat Kota Banjarmasin tahun 2022.

Lalu, juara pertama lomba Sekolah Siaga Kependudukan tingkat Provinsi Kalsel dan akhirnya mewakili Banua ke tingkat nasional.

Selain itu, SMPN 6 Banjarmasin juga mendapat sertifkat Sekolah Siaga Kependudukan dari US Embasy Jakarta pada 2 Juli 2023 lalu.

Selain itu, lanjut Amin, baik sekolah maupun siswanya banyak berprestasi baik tingkat Kota Banjarmasin, Provinsi, Nasional bahkan internasional.

Misalnya, sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi Kalsel, terbaik sekolah sehat dan lain-lain serta ada 20 kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami juga melaksanakan penandatangan Mou atau kerjasama dengan Puskesmas, TNI, Satpol PP, Bank dan lain-lain untuk pembinaan karakter siswa,” ucapnya.

Baca Juga :  Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun, 7 Ribu Bendera Merah Putih Dibagikan di Jalan

Juga ada pembelajaran ekstrakurikuler, co kurikuler, instra kurikuler. Ada pembelajaran stunting, gender, katakan tidak pada sek bebas, pernikahan dini maupun Nafza,” ucapnya

Di hari Selasa, Rabu dan Kamis digelar shalat Dhuha berjemaah untuk meningkatkan iman dan taqwa bagi siswa beragama Islam sekaligus meningkatkan kebersamaan

“Kami juga punya ekstrakurikuler andalan smart student komputer, matematika, Bahasa Inggris dan Saint. Kegiatan pramuka, PMI dan lain-lain dilaksanakan usai pulang sekolah mulai pukul 15.30 Wita sampai 16.30 Wita,” katanya

Selain itu, lanjut Amin, pihaknya juga membangun lima titik belajar di luar kelas dibawah bimbingan guru. Sekolah menyediakan papan tulis berjalan supaya mempermudah proses belajar.

“Belajar di luar kelas ini agar anak-anak enjoy dan tak bosa belajar di dalam ruangan,” ucapnya.

Bila jam istirahat, tempat tersebut juga bisa digunakan untuk bermain siswa. Keuntungannya, guru bisa memantau kegiatan siswa di jam istirahat serta tempat membangun komunitas pelajar.

“Sekolah juga menyediakan tiga ruang komputer supaya siswa nantinya bisa menguasai teknologi,” tegasnya.

Ada pun Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dalam rangka menyebar informasi kepada pelajar mengenai sadar isu kependudukan.

Sekolah yang menjalankan program tersebut mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran. Diharapkan peserta didik memiliki pengetahuan dan kepedulian sikap terhadap kependudukan.

Untuk penilaian lomba SSK tersebut di nilai dari tiga klasifikasi yakni tahap dasar, harus memiliki SK Sekolah Siaga Kependudukan dari BKKBN, lalu rancangan pembelajaran harus terintegrasi dengan isu kependudukan.

Juga harus didukung sarana kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, OSIS dan sejenisnya.

Kedua adalah tahap perkembangan, tahap tersebut merupakan pemantapan dari pertama.

Baca Juga :  Pansus KTR Rampung Dibahas, Perlindungan Anak Diperkuat

Klasifikasi yang terakhir adalah paripurna, pada tahap ini kurikulum pembelajaran di sekolah minimal ada tiga yang mengangkut isu kependudukan, kemudian minimal tiga guru yang terlibat aktif tentang pengelolaan SSK, lalu memiliki pojok kependudukan atau ruang tersendiri untuk pelajar menyampaikan pemikiran tentang isu kependudukan. (Mau/KPO-3)

Iklan
Iklan