Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarbaruTRI BANJAR

Kasus ISPA Meningkat
Walikota Aditya Serius Tangani Kabut Asap *Karhutla di Desa Tambak Padi

×

Kasus ISPA Meningkat<br>Walikota Aditya Serius Tangani Kabut Asap *Karhutla di Desa Tambak Padi

Sebarkan artikel ini
hal9 4klm
PENANGANAN KARHUTLA – Tim gabungan mengutamakan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dekat rumah warga di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Minggu. (KP/wawan)
hal9 1klmaditya
Aditya Mufti Ariffin

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan peningkatan kasus ISPA di Banjarbaru, sehingga Walikota Aditya serius menangani kabut asap. Hal yang sama juga dilakukan di Kabupaten Banjar.

BANJARBARU, KP – Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin mengakui peningkatan jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Banjarbaru, akibat terpapar kabut asap dalam sebulan terakhir.

Kalimantan Post

“Ada peningkatan kasus ISPA, bahkan data Dinas Kesehatan Banjarbaru hingga Senin (4/9) tercatat 3.635 kasus,” kata Aditya kepada wartawan, Senin, di Banjarbaru.

Aditya mengungkapkan, peningkatan kasus tersebut erat kaitannya dengan penurunan kualitas udara yang buruk (kabut asap), akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi di Kota Banjarbaru.

“Kasus ISPA tertinggi berada di Kecamatan Liang Anggang dan Landasan Ulin, yang banyak mengalami karhutla, sehingga harus menjadi perhatian dan ditangani secara serius,” tambahnya.

Terkait upaya penanggulangan, Aditya mengatakan, telah mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, UPT Damkar Kota Banjarbaru untuk menekan terjadinya Karhutla.

Selain itu, juga meminta agar camat dan lurah untuk memastikan kondisi saluran terusan air (kanal), yang tujuannya untuk membantu pembasahan lahan jika terjadi Karhutla.

“Kanal yang sudah ada sebelumya tidak terurus, dan kini kita aktifkan kembali,” bebernya.

Lebih lanjut, Aditya juga meminta Dinas Kesehatan agar siap melayani dan menyiapkan kebutuhan obat untuk para pasien penderita ISPA ini.

“Penanganan pasien ISPA dan obat-obatan. Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya di rumah saja serta memakai masker bagi masyarakat yang wilayahnya rentan berkabut,” pungkasnya.

Sebelumnya, karhutla terjadi di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Minggu (3/9) siang.

Setelah mendapatkan laporan, tim gabungan BPBD Banjar langsung menuju lokasi. Tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri dan sejumlah relawan melakukan penanganan dilengkapi satu unit truk tangki, satu mesin alkon dan tiga roll selang.

Baca Juga :  Nilai Sempurna 100, Banjarbaru Juara IKADA se-Kanreg VIII

Api yang membakar semak belukar dan pepohonan tersebut tersebar di beberapa titik, bahkan mendekati permukiman warga.

Tim gabungan berupaya maksimal memadamkan api dengan fokus pada titik api yang dekat dengan rumah penduduk dan akhirnya berhasil memadamkannya.

“Alhamdulillah api yang mendekati rumah warga dapat dipadamkan,” ucap Pamula, salah satu personel BPBD Banjar.

Hembusan angin yang cukup kencang, lanjut Pamula, juga menjadi kendala tim gabungan untuk melakukan pemadaman. Api bahkan semakin menyebar dan menjadi beberapa titik. Sementara penanganan yang berhasil dipadamkan sekitar satu hektar.

“Angin cukup kencang jadi kendala, kita mengutamakan titik api yang dekat dengan rumah warga, sementara yang jauh dan tersebar di beberapa titik masih menyala,” pungkasnya. (dev/wan/K-7)

Iklan
Iklan