Kandangan, KalimantanPost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar kegiatan rembuk stunting, Senin (11/12/2023) pagi di Pendopo Bupati HSS.
Penjabat (Pj) Bupati HSS Hermansyah, membuka kegiatan tersebut. Kegiatan diisi narasumber oleh Pj Ketua TP PKK Kabupaten HSS Rusnawati.
Pj Bupati HSS Hermansyah menjelaskan, pada tahun 2022 angka prevalensi stunting menurut data studi status gizi indonesia (SSGI) adalah 20,3 persen.
Hal itu mengalami penurunan sebesar 8,8 persen dibanding tahun 2021, serta di bawah angka prevalensi stunting Provinsi Kalimantan Selatan yang berada pada angka 24.6 persen.
“Kabupaten Hulu Sungai Selatan ditetapkan sebagai salah satu kabupaten Lokus pencegahan dan penurunan stunting, di tahun 2022 oleh Kementerian Kesehatan RI. Oleh karena itu Pemkab HSS telah menetapkan target prevalensi stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen,” tuturnya.
Pj Bupati mengucapkan terima kasih, atas kerja sama dan kerja keras semua pihak, terutama TPPS, dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten HSS.
Hermansyah berharap, dengan kerja sama, kolaborasi dan sinergisitas, angka stunting di Kabupaten HSS makin menurun, dan targetnya dapat tercapai.
“Mari kita bergotong-royong untuk bersama-sama mengedukasi masalah kemiskinan dan perkawinan usia dini, karena kalau ini semua bisa tercover, maka penurunan angka stunting juga akan bisa lebih maksimal,” ajaknya.
Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Muhammad Noor, mengajak semua pihak terkait, untuk lebih serius dan lebih berkomitmen dalam percepatan penanganan stunting.
Yakni membangun sinergisitas, kolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat, swasta, organisasi dan pemerintah serta dunia usaha, dunia kerja serta pihak-pihak lainnya.
“Penanganan stunting bukan menjadi tanggung jawab Dinas kesehatan, maupun Dinas Kependudukan Keluarga Berencana semata, akan tetapi ini merupakan tanggung jawab kita semua,” tutur Muhammad Noor yang merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten HSS. (tor/K-6)















