PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Kalteng (Kalteng), setelah menggelar musyawarah daerah dan dilanjutkan dengan Pengukuhan Pengurus Masa Bakti 2025 – 2030 pada tanggal 11 Agustus 2025 lalu di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya terus bergerak.
Adapun Program utama yang akan dijalankan, edukasi & penyuluhan ke masyarakat, deteksi dini (pemeriksaan IVA, payudara), serta dukungan bagi penyintas kanker.
Komitmen juga untuk mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi (UMKM) dengan aspek kesehatan.
Seminar “Kupas Tuntas Benjolan Payudara” dalam rangka Bulan Kepedulian Kanker di gelar pada tanggal 18 Oktober 2025, YKI Kalteng menggelar seminar awam bertema “Kupas Tuntas Benjolan Payudara”, di Aula TP-PKK Provinsi Kalteng.
Seminar dihadiri oleh Ketua YKI Kalteng Aisyah Thisia, dengan peserta dari berbagai instansi (persit, Bhayangkari, Dinas Kesehatan Kalteng, Direktur Rumah Sakit se-Kota Palangka Raya).
Tema tersebut dipilih karena benjolan adalah gejala yang sering dikaitkan dengan kanker payudara, tetapi tidak semua benjolan berarti kanker; fokusnya adalah mengedukasi masyarakat agar tidak panik tapi waspada.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian yang mencakup, seminar, fun walk/jalan sehat dilaksanakan pada 19 Oktober 2025), dan kunjungan (anjangsana) ke pasien kanker yang sedang kemoterapi di RSUD dr Dorys Sylvanus Palangka Raya.
Pada agenda jalan sehat Gubernur beri motivasi kepada penyintas kanker maupun ibu-ibu dan wanita.
“Harapan saya semua, isi waktu dengan berbagai kegiatan, hati gembira adalah.obat,” ujar Kapolda Kalteng.
Gubernur meminta wanita jangan takut berobat, makan teratur, segalanya teratur, tidak sendirian. “Betapa pentingnya hidup sederhana, dan sehat, anda tidak sendiri, kami ada, kapolda ada, Pangdam ada, ujarnya.
Kerja sama program “SELANGKAH” (Skrining Kanker Payudara) dalam berbagai publikasi disebut bahwa YKI Kalteng bersama TP‐PKK Provinsi Kalteng dan RS Siloam Palangka Raya telah melaksanakan program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) yang fokus pada skrining payudara di Kalteng.
Program skrining ini menyediakan layanan pemeriksaan USG atau nanografi payudara untuk perempuan, khususnya yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Setda Kalteng.
Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan bahwa YKI Kalteng tidak hanya aktif dalam edukasi tetapi juga mulai masuk pada layanan praktis deteksi dini.
Aisyah Thisia menyatakan YKI Kalteng baru aktif kembali setelah masa vakum selama 6 tahun, sehingga momentum 2025 menjadi “titik balik” bagi penanganan kanker di provinsi ini.
Program SELANGKAH bisa menjadi bagian “upaya nyata” (bukan hanya retorika) dari YKI Kalteng — ini bagus untuk menunjukkan ada aktivitas praktis di lapangan.(drt/KPO-3)















