BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Pertamina Patra Niaga Kalimantan terus memperkuat kesiapan distribusi energi demi menjamin kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG kepada masyarakat, khususnya menjelang momentum hari-hari besar keagamaan nasional seperti Ramadan, Idulfitri, Natal, Tahun Baru, dan lain-lain.
Dalam upaya menjaga penguatan serta kelancaran distribusi energi, berbagai tahapan persiapan dilakukan sebelum produk disalurkan ke masyarakat. Mulai dari kesiapan armada, keandalan infrastruktur, hingga koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa proses distribusi energi bukan hanya soal pengiriman, melainkan bagaimana sebelumnya melalui tahapan pengawasan dan pengecekan yang ketat.
“Misalnya untuk mobil tangki yang harus kita jaga, jangan sampai ketika akan digunakan untuk melakukan distribusi rutin setiap hari ada kendala. Karena jumlah mobil tangki ini juga terbatas,” ungkap Edi dalam salah satu acara tanya jawab melalui kanal Instagram Pertamina.
Menurutnya, kesiapan armada menjadi faktor krusial mengingat mobil tangki merupakan ujung tombak penyaluran BBM dan LPG dari depot menuju SPBU maupun pangkalan. Pemeriksaan berkala, perawatan rutin, serta kesiapan sopir dan kru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem distribusi.
Selain itu Edi menambahkan, setiap memasuki periode hari besar keagamaan nasional, Pertamina selalu membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan distribusi berjalan optimal.
“Fungsi Satgas ini salah satunya adalah untuk memonitor lebih detail lagi terkait dengan jumlah, distribusi dan infrastruktur. Nah, infrastruktur ini juga menyangkut depot-depot kita yang harus handal, armada angkut harus siap digunakan kapan saja. Dan ini menjadi bagian dalam strategi penguatan,” bebernya.
“Satgas tersebut bertugas melakukan pemantauan intensif terhadap ketersediaan stok, jalur distribusi, serta kesiapan fasilitas pendukung seperti terminal BBM dan depot LPG. Dengan sistem monitoring yang lebih detail, potensi hambatan dapat diantisipasi lebih dini,” sambungnya.
Selain kesiapan internal, lanjut Edi, Pertamina juga menekankan pentingnya koordinasi dengan regulator, dalam hal ini pemerintah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang dilalui armada pengangkut energi.
“Misalnya saat persiapan perayaan hari besar biasanya pemerintah daerah ada melakukan perbaikan jalan sehingga ada penutupan. Nah, pada saat seperti ini kita harus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, agar dalam rangka suplai distribusi energi ini kita bisa diberikan akses dan tidak terlambat tiba di tujuan,” jelasnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan armada pengangkut BBM dan LPG tetap mendapatkan akses distribusi meskipun terdapat rekayasa lalu lintas atau perbaikan jalan. Dengan sinergi yang baik antara Pertamina dan pemerintah daerah, distribusi energi diharapkan tetap lancar tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.
Melalui berbagai langkah penguatan tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi, terutama di momen-momen krusial ketika kebutuhan masyarakat meningkat. (Opq/KPO-1)















