Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Pemkab Tala Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi

×

Pemkab Tala Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 3 klm 12
PENGENDALIAN - Inflasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (16/4/2026) di Soreang KabupatenBandung.

Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas paparan komprehensif dari Bank Indonesia serta masukan dari para peserta.

Kalimantan Post

“Paparan yang disampaikan sudah sangat lengkap, dari berbagai level permasalahan yang memang kita alami bersama. Namun yang paling penting adalah rekomendasi yang dihasilkan, karena itu yang menjadi arah kebijakan kita ke depan,” ujarnya.

Berdasarkan paparan dari Ekonom Ahli Bank Indonesia, Erwin Syafii, pada Maret 2026 inflasi Provinsi Kalimantan Selatan tercatat sebesar 0,50 persen (month to month), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 0,86 persen. Secara tahunan, inflasi Kalsel berada di angka 4,83 persen (year on year).

Sementara itu, Kabupaten Tanah Laut mencatat inflasi bulanan sebesar 1,15 persen (mtm) atau menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan, dengan inflasi tahunan sebesar 4,30 persen (yoy).

Tekanan inflasi masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas pangan seperti beras, cabai rawit, ikan nila, dan telur ayam ras.

Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Zazuli menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mencapai target pengendalian inflasi daerah.

“Kita memiliki target yang harus dicapai, sehingga perlu kerja bersama dan koordinasi yang kuat, termasuk dengan DPRD, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Ia juga menyoroti perlunya kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis, terutama yang berkaitan dengan rantai pasok pangan.

“Kita harus benar-benar memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran, karena persoalan ini menyangkut distribusi dan ketersediaan barang di lapangan,” tambahnya. (rzk/K-6)

Baca Juga :  Hadirkan Layanan Cek Gula Darah di Acara Halal Bihalal
Iklan
Iklan