BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menghadiri sekaligus menyaksikan pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan masa khidmat 2026–2031, Selasa (21/04/2026), di Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat Cholil Nafis, yang juga dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I MUI Kalsel tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah, serta jajaran pengurus MUI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, atas nama pemerintah Provinsi mewakili Gubernur H Muhidin mengharapkan selalu ada bimbingan, arahan, nasehat dan doa dari para alim ulama yang tergabung dalam MUI provinsi.
“Apalagi kita tahu yang memimpin adalah KH Ahmad Syairazi, bimbingan beliau dan doa doanya selalu kita harapkan,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Syairazi sebagai Ketua MUI Kalsel, diharapkan seluruh pengurus mampu menyusun program-program yang mendorong masyarakat menjadi lebih religius.
Kemudian, menurut Hasnuryadi Sulaiman pentingnya peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam membina umat dan mencetak generasi berakhlak.
“Bisa menyiapkan generasi yang betul betul selain berilmu pengetahuan tapi juga berakhlak mulia, berkarakter dan berbudaya sesuai dicontohkan para pendahulu,” tuturnya.
Dengan dilantiknya pengurus MUI Kalsel masa khidmat 2026–2031, ke depan diharapkan mampu menjalankan berbagai program yang bermanfaat dalam mempersatukan umat dan memberikan pembinaan.
“Dengan harapan kita semua bisa selamat dunia dan akhirat,” harapnya.
Sementara itu, KH Cholil Nafis mengatakan, pentingnya hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah.
“Ulama tidak boleh berseberangan dengan umara. Jika bersatu, maka kesejahteraan masyarakat akan terwujud,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada pengurus MUI provinsi Kalsel yang baru dilantik dengan latar belakang berbeda beda bisa menjadi satu dalam tujuan yang satu.
“Kemudian yang dipilih sebagai pengurus hendaklah dia mengurus jangan sampai menjadi urusan kepada pengurus yang ada,” pesannya.
Di kesempatan yang sama, Ketua MUI Kalsel yang baru dikukuhkan, KH Ahmad Syairazi menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan peran organisasi dalam melayani umat.
“Mudah mudahan juga bisa bertambah kuat dalam bermitra dengan pemerintah sehingga dapat menjaga moralitas dan kedaulatan bangsa,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyusun sejumlah program prioritas, termasuk kaderisasi da’i serta ulama untuk memperluas dakwah Islam di masyarakat.
Sebelumnya, KH Ahmad Syairazi juga menyampaikan bahwa amanah yang diembannya merupakan tanggung jawab besar, tidak hanya kepada umat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa MUI memiliki dua peran utama, yakni sebagai pelayan umat melalui perlindungan dan pendidikan masyarakat agar berakhlak mulia, serta sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pandangan terhadap kebijakan, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. (KPO-1)















