Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Supian HK Hadiri Pemusnahan Uang Rupiah Palsu, Forkopimda Kalsel Perkuat Sinergi Berantas Upal

×

Supian HK Hadiri Pemusnahan Uang Rupiah Palsu, Forkopimda Kalsel Perkuat Sinergi Berantas Upal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260423 WA0013 scaled

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menghadiri kegiatan silaturahmi Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu Daerah (Botasupal) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel yang dirangkai dengan pemusnahan barang bukti uang rupiah palsu, di Markas Badan Intelijen Negara Daerah Kalimantan Selatan, Rabu (22/4).

Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen lintas lembaga dalam memutus peredaran uang palsu di wilayah Kalimantan Selatan melalui penguatan koordinasi, pencegahan, dan penindakan hukum.

Kalimantan Post

Supian HK mengapresiasi langkah tegas Botasupal dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

“Peredaran uang palsu sangat merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan. Pemusnahan barang bukti hari ini adalah pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang bagi kejahatan ekonomi,” ujarnya.

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Sentot Adi Dharmawan, menegaskan sinergi Botasupal akan terus diperkuat melalui deteksi dini, sosialisasi ciri keaslian rupiah, serta penindakan hukum terpadu.

“BIN bersama seluruh anggota Botasupal berkomitmen memutus mata rantai peredaran uang palsu dari hulu hingga hilir,” kata Sentot.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus oleh jajaran Polda Kalimantan Selatan dan BINDA Kalsel. Pemusnahan dilakukan menggunakan mesin penghancur kertas (paper shredder) dan disaksikan langsung para undangan.

Di akhir kegiatan, Supian HK mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan peredaran uang palsu dengan mengenali ciri keaslian rupiah melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang, serta segera melapor jika menemukan uang yang mencurigakan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalsel Muhidin, Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari, Kajati Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan, Kepala BNNP Kalsel, serta unsur Forkopimda lainnya.

Baca Juga :  PWI Kalsel Serahkan Aspirasi Kader NasDem soal Pemberitaan Tempo ke PWI Pusat

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda Kalsel untuk memperkuat koordinasi pemberantasan uang palsu di Banua, dilanjutkan pemusnahan barang bukti.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan