Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Pemkab Tanah Laut Perkuat Capaian KB Permanen

×

Pemkab Tanah Laut Perkuat Capaian KB Permanen

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 3 klm 18
PROGRAM STRELISASI - Dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB). (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Dalam upaya strategis menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan indeks kesejahteraan keluarga, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) menginisiasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) Permanen massal.

Agenda yang menggandeng Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Tanah Laut ini diselenggarakan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (27/4/2026).

Kalimantan Post

Integrasi lintas sektor ini bertujuan untuk mengoptimalkan capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah Bumi Tuntung Pandang, bertepatan dengan momentum historis Peringatan Hari Kartini ke-147.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, menegaskan bahwa program sterilisasi ini merupakan instrumen penting dalam manajemen kependudukan yang berkualitas.

Pelayanan mencakup Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP).

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan strategis dalam pengaturan fertilitas. Melalui metode permanen, diharapkan terjadi peningkatan stabilitas ekonomi rumah tangga yang berkolerasi langsung pada kesejahteraan masyarakat secara makro,” ujar Hj. Dian.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, dalam laporan teknisnya memaparkan bahwa stabilitas demografi Tanah Laut saat ini berada pada parameter yang memuaskan.

“Angka Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Tanah Laut saat ini berada pada posisi 2,21, yang secara substansial telah memenuhi target nasional. Namun, tantangan utama kita saat ini adalah meningkatkan rasio akseptor MKJP yang masih memerlukan stimulasi melalui pelayanan jemput bola seperti hari ini,” jelas Maria.

Sebagai bentuk kompensasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam program nasional ini, pemerintah daerah memberikan dukungan berupa biaya pemulihan (biaya ganti hidup) senilai Rp450.000 serta paket logistik keluarga senilai Rp1.000.000 bagi setiap akseptor.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk apresiasi atas kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung kedaulatan kependudukan yang berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut. (rzk/K-6)

Baca Juga :  Disdag Kalsel Intervensi Pasar di Pelaihari
Iklan
Iklan