BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, melakukan inspeksi mendadak ke TPS3R Sujing Sejahtera yang berada di Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Sabtu (02/05/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengelolaan sampah di lapangan.
Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan mendasar yang menunjukkan pengelolaan sampah di lokasi tersebut belum berjalan optimal. Kondisi ini dinilai masih jauh dari harapan dalam mendukung sistem pengolahan sampah terpadu.
Salah satu masalah utama yang ditemukan adalah masih minimnya pemilahan sampah dari sumber, yakni rumah tangga. Hal ini berdampak pada menumpuknya sampah campuran yang menyulitkan proses pengolahan di TPS3R.
“Hari ini kita melihat langsung kondisi TPS3R, dan memang pengelolaannya belum maksimal, ada alat yang tidak digunakan, dan sampah yang masuk juga belum dipilah dengan baik,” ujar Yamin.
Ia juga menyoroti keberadaan mesin pencacah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, alat tersebut masih dalam kondisi terbungkus, menandakan belum difungsikan sejak disediakan.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan belum maksimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana yang sudah tersedia. Padahal, fasilitas tersebut seharusnya bisa membantu mempercepat proses pengolahan sampah.
Selain itu, temuan lain yang cukup disorot adalah adanya kandang ayam di area TPS3R. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai tidak tepat karena berpotensi memperparah kondisi lingkungan.
“Bau sampah saja sudah cukup mengganggu, apalagi ditambah dengan kandang ayam, ini jelas tidak boleh dibiarkan, apalagi lokasinya berada di tengah kota,” tegasnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya pembenahan sistem kerja di TPS3R, termasuk penugasan khusus bagi petugas untuk fokus melakukan pemilahan sampah.
“Kita butuh petugas khusus yang fokus memilah, satu atau dua orang, kalau perlu diberikan insentif supaya mereka bisa bekerja lebih maksimal,” jelasnya.
Ia berharap dengan adanya petugas khusus, sampah yang masuk ke TPS3R dapat dipilah dengan baik, sehingga yang tersisa hanya residu yang siap diangkut ke tempat pembuangan akhir.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, Dinas Lingkungan Hidup harus memastikan pengangkutan residu dilakukan secara rutin agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau.
“Kalau sudah tersisa residu, itu harus langsung diangkut, jangan sampai dibiarkan menumpuk karena akan berdampak pada lingkungan sekitar,” tambahnya.
Di akhir, Yamin kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah, terutama dengan membiasakan pemilahan sejak dari rumah.
“Kami berharap masyarakat mulai disiplin memilah sampah dari sumbernya, jadi saat sampai di TPS3R, prosesnya tinggal melanjutkan, bukan mulai dari nol,” tutupnya. (nug/KPO-4)















