Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Inilah Profil KH Husin Naparin Semasa Hidup dan Aktivitas di Organisasi Keagamaan

×

Inilah Profil KH Husin Naparin Semasa Hidup dan Aktivitas di Organisasi Keagamaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260506 092429 1

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali kehilangan ulama kharismatik dengan wafatnya,KH. Husin Naparin bin H. Muhammad Arsya, wafat pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 08.30 Wita di Rumah Sakit Sultan Agung, Banjarbaru.

Selama ini Ketua Umum Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai ini dikenal bukan hanya sebagai tokoh agama dan ulama di Kalsel juga di Indonesia.

Kalimantan Post

KH Husin Naparin lahir di Paringin, Kabupaten Hulu Sungau Utara, 10 November 1947. Ayahnya bernama H Muhammad Arsyad dan ibunya Hj. Rusiah.

KH Husin Naparin memperoleh gelar Lc dari Fakultas Ushuluddin Al Azhar University, Cairo, Mesir Jurusan Al-Da’wah wa al-Irsyad tahun 1976.

Gelar MA dapatnya di Punjab University, Lahore, Pakistan Jurusan Islamic Studies tahun 1986 dan Islamic University, Islamabad, Pakistan Jurusan Bahasa Arab tahun 2007.

Beliau mempersunting Dra Hj Unaizah Hanafie pada 15 Juli 1979. Sang istri merupakan putri dari KH Hanafi Gobet, seorang ulama besar dan Imam Besar Masjid Jami Banjarmasin.

Semasa hidupnya, KH Husin Naparin cukup aktif diberbagai organisasi, terutama keagamaan. Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel hingga berakhir 2026 lalu.

KH Husin Napari juga pernah menjabat sebagai Wakil ketua Komisi Fatwa MUI Kalsel (1990-1995), Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kalsel (2001-2006).

Lalu, menjadi Ketua Umum MUI Kota Banjarmasin (1992-1997 dan 1997-2002)., Wakil Dekan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Rasyidiyah Khalidiyah (STIT) Rakha Amuntai (1998).

Lalu, Ketua STAI Al Jami Banjarmasin sejak (1998-sekarang), Anggota Dewan Pertimbangan Pendidikan Provinsi Kalsel. Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Bulan Bintang Kalsel, Ketua III Tanfiziah NU TK. I Kalsel (1990-1995).

Selain itu, sebagai pengarah Tim Peneliti dan Penasehat Pembentukan Daerah Kabupaten Balangan (2001). Anggota Dewan Pengawas Syari’ah Bank Kalsel. Ketua Umum Pusat Pengembangan ESQ Kalsel, Ketua Umum Forum Umat Islam (FUI) Kalimantan Selatan. (ful/KPO-3/Berbagai sumber)

Baca Juga :  Bus Jamaah Haji Indonesia Alami Kecelakaan, Pemerintah Pastikan tak Ada Korban Jiwa

Iklan
Iklan