Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tapin

Banjir Rendam Sejumlah Permukiman di Tapin, Lebih 600 Jiwa Terdampak

×

Banjir Rendam Sejumlah Permukiman di Tapin, Lebih 600 Jiwa Terdampak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260518 WA0036 e1779105714206
Banjir masih merendam sejumlah pemukiman di Kelurahan Tambarangan Tapin Selatan Kabupaten Tapin . (Kalimantanpost.com/Repro)

RANTAU, Kalimantanpost.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapin dalam waktu cukup lama memicu banjir di sejumlah wilayah pada Senin (18/5/2026) petang. Sedikitnya 166 kepala keluarga dengan total lebih dari 600 jiwa terdampak akibat genangan yang merendam rumah dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, M Noor, mengatakan banjir terjadi di Kelurahan Tambarangan dan Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, serta Komplek Dulang Permai di Kecamatan Tapin Utara.

Kalimantan Post

“Berdasarkan data sementara yang kami himpun, banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur cukup lama hingga menyebabkan genangan dan luapan air di sejumlah kawasan permukiman,” ujar M Noor.

Di Kelurahan Tambarangan, banjir merendam empat rukun tetangga. RT 03 tercatat sebanyak 23 kepala keluarga atau 89 jiwa terdampak. Kemudian RT 04 sebanyak 46 kepala keluarga dengan 180 jiwa, RT 05 sebanyak 37 kepala keluarga dengan 143 jiwa, dan RT 06 sebanyak 30 kepala keluarga atau 119 jiwa.

Sementara di Desa Lawahan, genangan terjadi di RT 04 RW 02 yang berdampak pada enam kepala keluarga atau 17 jiwa, serta RT 03 RW 02 dengan 13 kepala keluarga atau 41 jiwa terdampak.

BPBD mencatat kondisi di Tapin Selatan mulai membaik. Debit air berangsur surut dan sebagian genangan kini hanya tersisa di area dapur rumah warga.

“Untuk wilayah Tambarangan dan Lawahan, air sudah mulai turun. Sebagian rumah masih tergenang, namun kondisinya tidak separah saat awal kejadian,” kata M Noor.

Sedangkan di Komplek Dulang Permai, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, banjir masih merendam sebagian rumah warga. Sebanyak 11 kepala keluarga dengan total 36 jiwa terdampak di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Workshop Sampah Terpadu di Ayunan Papan, Tapin Siapkan Wakil Terbaik untuk Ajang PKK Kalsel

Selain merendam rumah, banjir juga menghambat aktivitas warga dan membuat sejumlah akses jalan sulit dilalui. Kondisi lingkungan yang lembap dan kotor turut meningkatkan risiko munculnya penyakit pascabanjir.

BPBD Tapin bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), Satgas BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta pemeriksaan lapangan. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait guna mempercepat penanganan dan mengantisipasi dampak lanjutan.

M Noor mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat menyebabkan genangan kembali meningkat, terutama di kawasan rawan banjir.(abd/KPO-3)

Iklan
Iklan