BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Data jumlah penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Kota Banjarmasin mengalami penurunan di tahun 2026.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Jefrie Fransyah mengungkapkan di triwulan pertama ini saja sedikitnya sudah ada 200 sasaran yang bukan lagi penerima bansos.
“Penurunan jumlah penerima bansos tahun ini ada sekitar 200 sekian di triwulan awal ini,” ucap Jefrie, Selasa (19/5/2026).
Jefrie membeberkan untuk alasan tidak lagi menerima bansos belum diketahui secara pasti karena data yang dilampirkan dalam sistem hanya menyebutkan penggunaan dana tidak sesuai peruntukannya.
Namun menurutnya salah satu penyebab putusnya penyaluran bansos kemungkinan penerima terindikasi pemain Judi Online (Judol).
“Kalau judi online itu pasti diputus meski masuk dalam desil 1 sampai 5,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melakukan piloting digitalisasi bansos yang telah disosialisasikan sebelumnya kepada agen perlindungan sosial.
Program integrasi data sosial berbasis digital ini bertujuan untuk mempercepat proses verifikasi, meningkatkan transparansi, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan penyaluran bantuan hingga tepat sasaran.
“Kita harap bansos tersalurkan tepat sasaran melalui agen perlindungan sosial yang secara sukarela melakukan plotting,” tutupnya.(Ham/KPO-1)















