Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Nilai TKA Tertinggi se-Kalsel, Banjarbaru Masih Bidik Perbaikan Numerasi

×

Nilai TKA Tertinggi se-Kalsel, Banjarbaru Masih Bidik Perbaikan Numerasi

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 1 4
PRESTASI -Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama murid SD dan SMP dalam suatu kegiatan di Lapangan Dr Murdjani Banjarbaru beberapa waktu lalu. (KP/Devi)

Banjarbaru, KP– Dunia pendidikan Kota Banjarbaru mencatatkan capaian menggembirakan. Hasil sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menempatkan Banjarbaru sebagai daerah dengan rata-rata nilai tertinggi di Kalimantan Selatan untuk jenjang SD maupun SMP.

Tak hanya memimpin di tingkat provinsi, rerata nilai peserta didik Banjarbaru juga melampaui capaian Kalimantan Selatan dan nasional.

Kalimantan Post

Data Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menunjukkan, pada jenjang SD, rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 70,25 dan Matematika 47,65. Angka tersebut berada di atas rerata nasional yang masing-masing berada pada angka 60,14 untuk Bahasa Indonesia dan 43,41 untuk Matematika.

Sementara di tingkat SMP, capaian siswa Banjarbaru juga lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Nilai Bahasa Indonesia tercatat 70,83 dan Matematika 43,44. Adapun rerata nasional berada di angka 60,83 untuk Bahasa Indonesia dan 40,35 untuk Matematika.

Jika dibandingkan dengan rerata Kalimantan Selatan, capaian Banjarbaru juga unggul. Untuk jenjang SD, rerata Bahasa Indonesia provinsi tercatat 64,10 dan Matematika 43,95. Sedangkan SMP berada pada angka 64,50 untuk Bahasa Indonesia dan 40,80 untuk Matematika.

Capaian tersebut disambut positif Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah kerja bersama antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, hasil TKA tahun ini menunjukkan Banjarbaru memiliki nilai tertinggi di Kalimantan Selatan serta berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Ini menjadi bukti bahwa peningkatan mutu pendidikan berjalan pada jalur yang tepat,” ujar Lisa, Sabtu (6/6).

Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak cepat puas. Sebab, kemampuan numerasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.

Menurut Lisa, rendahnya capaian Matematika yang masih terjadi secara nasional tidak bisa hanya dilihat dari sisi kemampuan siswa, tetapi juga harus dikaitkan dengan metode pembelajaran di sekolah.

Baca Juga :  98,59 Persen Lansia Banjarbaru Mandiri

“Sering kali matematika dianggap sulit sejak awal. Stigma itu membuat siswa takut sebelum belajar. Karena itu, pendekatan pembelajaran harus lebih menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran Matematika akan menjadi salah satu fokus pembinaan pendidikan ke depan. Mulai dari evaluasi metode mengajar, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan bahan ajar akan terus dilakukan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Abdul Basit menilai hasil TKA bukan sekadar angka statistik, melainkan alat evaluasi bersama untuk melihat efektivitas proses pendidikan.

“TKA menjadi bahan evaluasi semua pihak. Bukan hanya sekolah dan guru, tetapi juga pemerintah, orang tua, masyarakat, dan organisasi pendidikan,” ujarnya.

Basit mengatakan capaian tahun ini patut disyukuri, tetapi sekaligus menjadi tantangan baru agar kualitas pendidikan dapat terus meningkat.

“Prestasi ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru harus menjadi motivasi untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi seluruh pihak agar mutu pendidikan Banjarbaru terus meningkat,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

“Pendidikan adalah fondasi utama membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah,” tutupnya. (Dev/K-5)

Iklan
Iklan