ATALANTA, Kalimantanpost.com – Kejutan besar terjadi, tim berperingkat ke-67 dan jumlah penduduk sedikit lebih dari 500.000 jiwa, Timnas Tanjung Verde mampu menahan imbang juara Eropa, Timnas Spanyol 0-0 dalam pertandingan Piala Dunia 2026 pembuka Grup H yang digelar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat pada Senin (16/6/2026) dinihari.
Hasil buruk yang dialami juara Piala Dunia 2010 ini juga tak lepas belum bisa diturunkannya sejak menit awal bintang mudanya Lamine Yamal yang duduk di bangku cadangan karena bintang Barcelona itu masih dalam proses pemulihan setelah hampir dua bulan absen akibat cedera hamstring.
Dikutip dari laman AFC, tim asuhan Luis de la Fuente dianggap sebagai salah satu favorit pra-turnamen untuk melaju hingga juara dan mengangkat trofi Piala Dunia pada 19 Juli.
Namun, pentingnya Yamal dan Nico Williams bagi peluang kesuksesan mereka digarisbawahi oleh penampilan yang kurang memuaskan.
Williams juga mengalami musim yang terganggu cedera di Athletic Bilbao dan baru dimasukkan ke lapangan pada menit ke-87.
Tempo permainan Spanyol yang lambat dan kegigihan pemain asal Afrika, Tanjung Verde hingga mampu menahan serangan Spanyol.
Serangan berbahaya Spanyol baru muncul di menit 39, Ferran Torres menyia-nyiakan peluang besar saat tembakannya langsung dari kotak penalti membentur mistar gawang.
Lagi-lagi Ferran Torres menyia-nyiakan peluang besar di menit 45. Pemain Spanyol ini tanpa pengawalan dan melepaskan tembakan langsung ke sudut kiri bawah dari jarak beberapa meter, tetapi kiper Tanjung Verdi, Vozinha bereaksi dengan sangat baik untuk menepis bola.
Mengalami kebuntuan dalam serangan, Spanyol memasukkan pemain bintangnya Lamine Yamal di menit 71 menggantikan Gavi.
Kehadiran Yamal langsung membangkitkan semangat penonton dan menghidupkan kembali serangan Spanyol.
Di menit 73, Mikel Merino menerima umpan bagus di dalam kotak penalti dan melewatkan peluang emas. Tendangan rendahnya mengarah ke tengah gawang, tetapi kiper Vozinha berhasil menepis upaya tersebut
Yamal juga memulai pergerakan yang berujung pada upaya Oyarzabal yang dibelokkan ke atas gawang, yang merupakan peluang terbaik Spanyol di babak kedua.
Di menit 83, Marc Cucurella menerima umpan lambung dan diberi waktu di dalam kotak penalti untuk melepaskan tembakan rendah ke arah gawang. Bola mengarah ke tengah gawang, tetapi kurang bertenaga dan Vozinha melakukan penyelamatan mudah untuk menggagalkan upaya tersebut.
Tanjung Verde nyaris meraih kemenangan gemilang di menit terakhir babak 90 ketika Dani Borges menyundul bola terlalu dekat ke arah kiper Spanyol, Unai Simon.
Hasil imbang 0-0 pun bertahan hingga babak kedua berakhir. (ful/KPO-3)















