Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

MUSYRIK

×

MUSYRIK

Sebarkan artikel ini
Ahdiat Gazali Rahman
H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Apa itu musyrik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) berarti orang yang menyekutukan atau menyerikatkan Allah, serta orang yang memuja berhala. Sedangkan dalam Islam, musyrik adalah sebutan bagi seseorang yang melakukan perbuatan syirik, yaitu menyekutukan Allah SWT. Ini berarti mereka meyakini, menyembah, atau mengagungkan sesuatu selain Allah sejajar dengan-Nya, baik dalam hal keyakinan, ibadah, maupun ketaatan.

Kalimantan Post

Untuk pemahaman yang lebih mendalam, berikut adalah rincian konsep musyrik. Perbedaan musyrik dan syirik. Syirik adalah perbuatan atau dosanya, sedangkan musyrik adalah pelaku atau orang yang melakukan perbuatan syirik tersebut.

Seseorang dapat dikategorikan sebagai musyrik jika ia melakukan perbuatan berikut: 1. Melakukan perbuatan yang jelas-jelas menganggap adanya tuhan lain selain Allah SWT; 2. Menjadikan tuhan-tuhan tersebut sebagai tandingan di samping Allah SWT; 3. Menyembah tuhan lain selain Allah SWT; 4. Menganggap Tuhan mempunyai anak; 5. Bersumpah dengan nama selain Allah SWT.

Sedangkan syirik terbagi kepada tiga, yakni : 1. Syirik uluhiyyah/ibadah, adalah memalingkan ibadah (seperti berdoa, bernazar, atau menyembelih kurban) kepada selain Allah SWT; 2. Syirik rububiyyah, yakni meyakini ada Dzat lain yang mampu menciptakan, mengatur, atau memberi rezeki selain Allah SWT; 3. Syirik asma wa sifat, yakni menyamakan sifat atau nama-nama Allah SWT dengan makhluk-Nya.

Dalam agama Islam manusia dibagi kepada tiga, yakni muslim, kafir dan musyrik. Yang beriman kepada Allah disebut muslim, yang tidak prcaya dengan Allah disebut kafir, dan mereka beriman namun dalam kesehariannya melakukan satu dari yang lima tersebut disebut musyrik. Musyrik adalah golongan manusia yang paling dibenci oleh Allah SWT. Di dalam Al-Quran telah dijelaskan dosa yang akan ditanggung oleh orang-orang musyrik di neraka kelak.

Baca Juga :  Antrean BBM Jangan Dianggap Normal

Oleh sebab itu, kita perlu menjauhi golongan manusia syirik. Sebab, mereka bisa menyeretmu ke jalan yang sesat. Alhasil, pundi-pundi pahala yang telah kamu kumpulkan lenyap dan berubah menjadi dosa.

Di dalam Al-Quran, Allah SWT telah mengingatkan sekaligus melarang seluruh umat muslim agar jangan menjadi manusia musyrik, sebagaimana firman Allah SWT, “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun”. (QS. An Nisa : 36).

Iklan
Iklan