Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Pertanian Modern-Wisata Hijau, Arah Baru Pembangunan Perdesaan

×

Pertanian Modern-Wisata Hijau, Arah Baru Pembangunan Perdesaan

Sebarkan artikel ini
Hal 4 4 KLM Martapura Pembangunan Perdesaan
PEMBANGUNAN PERDESAAN - Pemkab melalui Bapperida membahas pertanian modern dan wisata hijau menjadi arah baru pembangunan perdesaan Banjar. (KP/Wawan)

Martapura, KP – Pemkab melalui Bapperida terus mendorong lahirnya inovasi pembangunan kawasan perdesaan berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Agrovoltaic Eco Tourism Hub, sebuah konsep yang mengintegrasikan energi baru terbarukan, pertanian modern, pariwisata serta pemberdayaan potensi lokal. Gagasan tersebut dibahas bersama tim peneliti dari Bappenas, Institute for Global Environmental Strategies (IGES) dan Citieslab sebagai bagian upaya mencari model pembangunan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Kalimantan Post

Dihadiri Kepala Bapperida Anna Rosida Santi, Ketua Tim Peneliti IGES Bijon Kumer Mitra didampingi Satoshi Kojima dan Mika Tachibana serta Dayinta Pinasthika dari Citieslab.

Hadir pula Sekretaris Bapperida, Kabid Ekonomi dan SDA, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Kabid Riset dan Inovasi Daerah bersama Fungsional Perencana Muda.

Anna Rosida Santi menegaskan, keberhasilan pengembangan Agrovoltaic Eco Tourism Hub hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan perangkat daerah, pemerintah desa, kelompok tani, PLN, perguruan tinggi, mitra pembangunan dan masyarakat, menjadi kunci agar inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai konsep.

“Tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Kedepan, lanjutnya, Pemkab Banjar bersama IGES dan Citieslab akan melanjutkan pembahasan melalui forum dan workshop lanjutan untuk mematangkan konsep tersebut.

“Yakni sebagai model pembangunan kawasan perdesaan yang menghubungkan energi bersih, pertanian modern, pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” tandasnya.

Dalam pemaparannya, tim peneliti menilai Kabupaten Banjar memiliki modal sangat besar untuk mengembangkan kawasan terpadu berbasis ekowisata. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari sektor pertanian, juga wisata religi, produk unggulan daerah, pengolahan hasil perikanan hingga kekayaan budaya dan sumber daya masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi baru. (Wan/K-5)

Baca Juga :  Banjar Optimistis Tiga Besar Nasional Tata Kelola Kearsipan

KP/Wawan
PEMBANGUNAN PERDESAAN – Pemkab melalui Bapperida membahas pertanian modern dan wisata hijau menjadi arah baru pembangunan perdesaan Banjar. (KP/Wawan)

Iklan
Iklan