BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di tengah terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah, Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan normal.
Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan memengaruhi tarif air yang dikenakan kepada masyarakat alias tidak naik.
Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih, Zulbadi tak memungkiri kepadaman listrik berpengaruh pada operasional. Sebab hampir seluruh intalasi pengolahan air bersih hampir menggunakan listrik.
“Kalau mati listrik ya berpengaruh karena hampir semua sistem menggunakan listrik,” ungkap Zulbadi dalam Ekspose Laporan Keuangan dan Hasil Kinerja Tahun 2025, di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (30/6/2026).
Kendati demikian, dari pihaknya telah mengantisipasi potensi gangguan operasional akibat padamnya pasokan listrik tersebut dengan mengandalkan sumber listrik cadangan di instalasi pengolahan air maupun fasilitas penting lainnya.
“Untuk mengatasinya dari sisi internal kami memiliki genset tersendiri. Apabila listrik padam otomatis genset nyala, hanya saja pemulihannya agak lama karena perpindahan dari PLN ke genset,” terang Zulbadi.
Selain itu, Zulbadi juga memastikan tidak ada kenaikan tarif air bersih kepada pelanggan karena fokus pihaknya saat ini memperbaiki pelayanan agar merata dan terpenuhi.
Salah satunya peremajaan pipa air yang saat ini jadi prioritas pihaknya di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dan Kecanatan Utara yang sering banyak mendapat keluhan.
“Tidak ada kenaikan karena kita komitmen untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat terutama yang belum 24 jam. Apabila sudah terpenuhi, baru nanti ada hak dan kewajiban yang disesuaikan,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo yang menyebut peningkatan layanan sudah jadi komitmen serius pihaknya agar masyarakat bisa terlayani dengan baik dan lancar.
“Kenapa dibagi beberapa tahap karena menyesuaikan kemampuan keuangan,” kata Edy.
Adapun peremajaan pipa air dilakukan secara bertahap yang mana diiprioritaskan pada faktor usia pipa dan kepadatan penduduk. Tentunya menyesuaikan kemampuan keuangan perusahaan. (ham/KPO-4)















