Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN
Setiap orang, setiap makhluk pasti pernah melakukan doa, baik yang berhubungan dengan kehidupannya atau untuk akhiratnya, untuk kehidupan dunia sangat tergantung pada profesinya, pada umumnya mereka memohon berdoa agar profesinya menghasilkan suatu yang berguna bagi dirinya, keluarga, kelompok, daerah, negaranya. Bagi umat Islam, doa itu akan diajukan kepada Allah SWT, sebagai penguasa tunggal dunia, karena orang Islam yang beriman pasti meyakini bahwa segala apapun yang ada di dunia ini adalah apa yang dikehendaki Allah, sedangkan manusia umumnya khususnya umat Islam pasti menyadari, bahwa apapun yang dimohonkan lewat doa, ada yang dikabulkan dan ada yang ditolak. Sebagai umat Islam, tentu berharap apa yang dimohon lewat doa selalu dikabulkan oleh Allah.
Allah SWT pasti akan mengabulkan dan memenuhi semua permintaan hamba-Nya yang berdoa. Namun, Allah telah memilih waktu dan juga keadaan tertentu yang membuat doa-doa mereka mustajab dan cepat dikabulkan. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang”. (Tirmidji). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui seluruh kondisi makhluk-Nya. Oleh karena itu, Allah berhak untuk mendahulukan doa-doa yang dilantunkan berdasarkan keadaan, urgensi, dan juga waktu tiap-tiap hamba-Nya.
Menurut Amirulloh Syarbini dalam buku beliau, terdapat beberapa golongan yang cepat diijabah doanya, sehingga apa yang dimohonkan dalam doanya InsyaAllah cepat dikabulkan Allah, sebagaimana firman Allah dan Sunah Nabi Muhammad SAW, yakni : 1. Orang yang dizalimi; 2. Orang yang berpuasa; 3. Orang tua terhadap anak-anaknya; 4. Seorang anak kepada orang tua; 5. Seorang pemimpin yang adil; 6. Orang yang banyak berdzikir;
- Orang yang sedang dalam perjalanan; 8. Seorang saudara dari tempat yang jauh; 9. Orang yang berhaji, umrah, dan perang di jalan Allah; 10. Orang yang sedang sakit; 11. Orang yang tertimpa cobaan atau bencana; 12. Orang yang sering memberikan pertolongan; 13. Anak-anak yatim piatu; 14. Orang yang menghafal Al-Qur’an; 15. Orang yang bersama-sama berdoa (berjamaah)











