Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Aktifkan Posko Karhutla Prioritaskan Ring 1 Bandara

×

Aktifkan Posko Karhutla Prioritaskan Ring 1 Bandara

Sebarkan artikel ini
sd 1
Foto Ilustrasi. (net)

Banjarbaru, KP – Tercatat hingga 14 Juli 2026, ada 2.481 hotspot (titik panas) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengaktifkan posko penanggulangan kedaruratan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau.

Kalimantan Post

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi KalselRonny Eka Saputra, mengatakan aktivasi posko dilakukan usai rapat koordinasi bersama seluruh unsur terkait.

Dengan diaktifkannya posko, seluruh anggota satuan tugas (Satgas) penanggulangan karhutla akan menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan.

“Mulai hari ini seluruh posko penanggulangan karhutla aktif.

Seluruh personel, peralatan, dan sumber daya disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya Selasa (14/7).

Ia menjelaskan, penanganan karhutla dibagi menjadi tiga kawasan prioritas.

Prioritas utama atau Ring 1 berada di sekitar Bandara Syamsudin Noor yang meliputi Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

Kawasan ini menjadi perhatian utama karena keberadaan bandara sebagai objek vital yang harus dijaga agar aktivitas penerbangan tidak terganggu akibat asap kebakaran.

Sementara Ring 2 mencakup sebagian wilayah Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah hingga Tabalong. Adapun Ring 3 meliputi Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Selain mengaktifkan posko di seluruh 13 kabupaten/kota, BPBD juga mengoperasikan tujuh posko tambahan di kawasan Ring 1 sekitar Bandara Syamsudin Noor.

Data hingga 14 Juli 2026, tercatat 2.481 hotspot (titik panas).

Namun, Ronny menegaskan bahwa hotspot tidak seluruhnya merupakan kejadian kebakaran.

Hingga saat ini terdapat 81 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 221,39 hektare, sementara beberapa kejadian pada hari ini masih dalam proses pendataan.

Baca Juga :  Semua Anggota DPRD Banjarmasin Turun Reses 12–15 Juli, Serap Aspirasi Warga di Lima Dapil

Wilayah yang saat ini dinilai paling rawan berada di kawasan selatan, meliputi Cempaka, Kiram, Batibati, Angkinang, Pengayuan hingga Kurau. Di wilayah utara juga terdapat sejumlah titik kebakaran, namun jumlahnya relatif lebih sedikit dan masih dapat dijangkau petugas.

Sementara itu, kebakaran yang sempat terjadi di kawasan Gunung Raja mengalami kendala penanganan karena sulitnya akses menuju lokasi.

Untuk memperkuat upaya penanganan, BPBD Kalimantan Selatan telah mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Permohonan tersebut meliputi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pengerahan helikopter water bombing, serta patroli udara.

Ronny mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB untuk menyampaikan surat permohonan dari Gubernur Kalsel.

Rencananya, operasi modifikasi cuaca akan dilaksanakan selama tujuh hari dengan harapan dapat menurunkan hujan sehingga menambah cadangan air di wilayah terdampak dan membantu menekan potensi meluasnya kebakaran.

BPBD Kalsel berharap seluruh upaya tersebut dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas penerbangan (*/mns/K-2)

Iklan
Iklan