Banjarmasin, KP — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengupayakan penerbangan langsung menuju Jeddah, Arab Saudi, bagi perjalanan ibadah umrah melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor sehingga masyarakat yang ingin umrah atau haji tidak bergantung pada penerbangan transit di daerah lain.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel M Fitri Hernadi di Banjarmasin, Selasa (21/7).
Ia mengatakan kebutuhan penerbangan langsung menuju Jeddah cukup besar, terutama karena sekitar 60.000 orang dari Kalimantan Selatan berangkat menunaikan ibadah umrah setiap tahun.
“Setiap tahun, calon jemaah masih harus transit melalui Jakarta, Batam, Medan, bahkan melalui bandara di India sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi,” ujarnya.
Namun, kata dia, satu kendala utama saat ini ialah pesawat berbadan lebar yang dibutuhkan untuk melayani penerbangan menuju Arab Saudi masih harus melakukan technical landing di bandara lain sebelum melanjutkan penerbangan karena keterbatasan panjang landasan pacu Bandara Syamsudin Noor.
Pemprov Kalsel bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah membahas pengembangan Bandara Syamsudin Noor, termasuk pemanfaatan lahan milik pemerintah provinsi di ujung landasan sebagai bagian dari rencana perpanjangan landasan pacu guna mendukung operasional penerbangan langsung menuju Jeddah.
“Rencana perpanjangan landasan sepanjang sekitar 500 meter dari 2,5 kilometer menjadi 3 kilometer, kalau tidak salah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar,” kata Fitri Hernadi.
Ia menyebut pembahasan itu telah dilakukan Gubernur Kalsel bersama PT Angkasa Pura Indonesia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, termasuk Dinas Perhubungan untuk menyelaraskan kebutuhan teknis dan pendanaan.
Ia berharap peningkatan kapasitas landasan dapat menghilangkan kebutuhan transit tersebut sehingga calon jemaah umrah dan haji dari Kalimantan Selatan memperoleh layanan perjalanan yang lebih efisien, nyaman, dan memangkas waktu tempuh menuju Tanah Suci.
Dia menuturkan pengembangan penerbangan langsung menuju Jeddah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan transportasi udara bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan ibadah cukup tinggi setiap tahun.
“Pemprov Kalsel akan terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia dan instansi terkait agar pengembangan Bandara Syamsudin Noor dapat direalisasikan secara bertahap sehingga penerbangan langsung menuju Jeddah dapat terwujud sesuai persyaratan operasional penerbangan internasional,” ujar Fitri Hernadi. (ant/K-2)















