PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Developer Properti Indonesia (Deprindo) Kalimantan Tengah resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2029.
Kepengurusan yang dipimpin Yemima Eka Ampung, dikukuhkan langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Deprindo, Jarot Warjito, dalam rangkaian Pelantikan dan Musyawarah Wilayah (Muswil) II DPW Deprindo Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).
Kepengurusan DPW Deprindo Kalteng periode 2026–2029 dipimpin Yemima Eka Ampung sebagai Ketua, didampingi jajaran pengurus yang terdiri dari Eldoniel Asli Mahar, Joseph Immanuel Mahar, Abigail Githa Susanti, Stephany Marisa Endianita, Fellino Basten Nyampai, Nanda Achmad Hermawan, Rachmani Arief, Doni Unjung, Dodi Eduardo Sitanggang, serta dukungan perusahaan anggota, diantaranya PT Karya Citra Muda Utama dan PT Tingang Perkasa.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, mewakili Gubernur Agustiar Sabran menegaskan dukungan Pemprov terhadap penguatan sektor properti sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis dalam menyukseskan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah.
Edy Pratowo mengatakan pembangunan sektor perumahan memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemanfaatan material lokal, hingga mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Sektor perumahan dan properti bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah. Pembangunan perumahan membuka lapangan kerja, meningkatkan penggunaan material lokal, dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujar Edy.
Ia menegaskan Pemprov Kalteng memandang Deprindo sebagai mitra penting dalam mendukung program penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kami berharap Deprindo dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penyediaan rumah layak melalui Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah sekaligus mendorong investasi properti yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga diisi Workshop Pengembang dan Forum Bisnis yang diharapkan menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pelaku industri properti, pemerintah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Organisasi juga memperkuat sinergi dengan sektor perbankan, di antaranya Bank Kalteng, BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BRI, guna memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat maupun pelaku usaha properti.
“Kami ingin pengembang lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Dengan proyek yang bersih, profesional, dan memiliki kepastian hukum, kami siap mendukung pembangunan rumah rakyat serta pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah,” tegas Yemima. (drt/ist/KPO-4)















