Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Rimba Mart Hadirkan Produk Hutan

×

Rimba Mart Hadirkan Produk Hutan

Sebarkan artikel ini
1 3 klm 3 cm Rimba Ma3 klm 3 cm rt
HADIRKAN - Rimba Mart hadirkan produk hutan, digelar di Banjarbaru, dan dibuka Gubernur Kalsel, H Muhidin, Kamis (30/7). (KP/Iwan)

Banjarbaru, KP – Rimba Mart hadirkan produk hutan. digelar Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel di Taman Hutan Hujan Tropis, Banjarbaru, dan resmi dibuka Gubernur Kalsel, H Muhidin, Kamis (30/7).

Rimba Mart melibatkan sembilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Tahura Sultan Adam, Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), serta perusahaan melalui kelompok binaannya.

Kalimantan Post

Sebagai ajang promosi dan pemasaran produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dihasilkan dari kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Usai pembukaan, Muhidin meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk unggulan dari sembilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), serta perusahaan mitra seperti Arutmin, Adaro, dan Borneo Indobara.

“Karena sudah dibuka, jadi kegiatan ini mestinya dilaksanakan beberapa hari,” kata Muhidin.

Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan rimba mart menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk hasil rehabilitasi hutan yang didanai melalui program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS), APBN, maupun APBD.

Yang disajikan dmerupakan produk-produk yang dihasilkan dari kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

“Ini adalah hasil hutan bukan kayu, artinya bukan hanya kayunya yang memberikan manfaat, tetapi buah dan hasil lainnya juga memiliki nilai ekonomi,” ujar Fathimatuzzahra.

Beragam produk unggulan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari madu, kemiri, jengkol, petai hingga berbagai produk khas lainnya yang menjadi unggulan masing-masing KPH.

Masyarakat yang ingin memperoleh produk HHBK tidak harus menunggu pelaksanaan Rimba Mart.

Produk-produk tersebut juga tersedia di outlet HHBK yang berada di masing-masing KPH.

“Tersedia pula di Pusat Pemasaran Hasil Hutan di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, KP Forester, serta galeri yang berada di Tahura Sultan Adam,” tuntas Fathimatuzzahra.

Pada kesempatan yang sama juga digelar tukar sampah dengan sembako. Gubernur meminta program tukar sampah dengan sembako harus berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilaksanakan saat kegiatan seremonial.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Dinas Pertanian Kalsel Usul Tambahan Anggaran Rp132 Miliar pada 2027

“Saya mengingatkan agar upaya mengampanyekan pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan perkantoran pemerintah sendiri.

Jangan sampai kita menggaungkan tukar sampah dengan sembako, tetapi kantor kita sendiri masih banyak sampah.

Lingkungan perkantoran harus menjadi prioritas dalam menjaga kebersihan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rahmat Prapto Udoyo tujuan utama program tersebut bukan sekadar menukarkan sampah dengan kebutuhan pokok, melainkan membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana Kalsel menjadi bersih. Sampah bukan sesuatu yang berakhir begitu saja, tetapi bisa memiliki nilai manfaat melalui konsep ekonomi sirkular,” katanya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan