Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Peringati Hari Sungai dan Mangrove, XR Indonesia Serukan Perlindungan Sungai dan Pesisir Kalsel

×

Peringati Hari Sungai dan Mangrove, XR Indonesia Serukan Perlindungan Sungai dan Pesisir Kalsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260801 WA0019 e1785560943718

BANJAR, Kalimantanpost.com – Memperingati Hari Sungai dan Hari Mangrove, komunitas lingkungan Extinction Rebellion (XR) Indonesia bersama XR Banjarmasin dan XR Meratus menggelar kampanye pelestarian sungai dan ekosistem pesisir di kawasan Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Jumat (31/7/2026).

Aksi yang melibatkan masyarakat setempat itu berlangsung di atas perahu-perahu tradisional yang selama ini menjadi sarana utama aktivitas perdagangan di Pasar Terapung Lok Baintan. Melalui berbagai poster dan spanduk, para peserta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai, mengurangi pencemaran, serta melindungi kawasan mangrove dari kerusakan.

Kalimantan Post

Sejumlah pesan yang dibentangkan di antaranya, “Sungai adalah hidup dan penghidupan rakyat”, “Lindungi sungai Borneo dari sampah”, hingga “Save Meratus, Save Kalimantan Selatan”.

Koordinator aksi, Wira Surya Wibawa, SH, MH, menegaskan bahwa sungai memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, tidak hanya sebagai sumber air, tetapi juga sebagai ruang ekonomi, jalur transportasi, sumber pangan, dan bagian dari identitas budaya masyarakat Banua.

“Pasar Terapung Lok Baintan menjadi bukti nyata bahwa sungai adalah pusat kehidupan masyarakat. Kerusakan sungai akan berdampak langsung terhadap kehidupan dan perekonomian warga yang bergantung padanya,” ujarnya.

Menurutnya, ancaman terhadap sungai saat ini semakin nyata, mulai dari pencemaran limbah, penumpukan sampah, hingga eksploitasi lingkungan yang berpotensi merusak ekosistem.

XR Indonesia juga menyoroti pentingnya perlindungan mangrove sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga sungai dan kawasan pesisir. Ekosistem mangrove dinilai memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan banjir rob, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis biota.

“Mangrove merupakan benteng alami masyarakat pesisir. Jika kerusakan terus terjadi, ancaman terhadap kehidupan masyarakat pesisir akan semakin besar,” kata Wira.

Baca Juga :  Kesal Listrik Padam Bergilir Berulang, Warga Geruduk Kantor PLN UP3 Banjarmasin

Dalam aksi tersebut, XR Indonesia, XR Banjarmasin, dan XR Meratus menyerukan tujuh poin tuntutan, di antaranya menghentikan pencemaran sungai, memperkuat penegakan hukum terhadap perusakan lingkungan, melindungi dan memulihkan ekosistem mangrove, serta mendorong kebijakan pengelolaan sungai dan pesisir yang berkelanjutan.

Mereka juga meminta pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai dan lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi mendatang.

“Krisis lingkungan bukan sekadar persoalan alam, tetapi juga persoalan keadilan. Masyarakat berhak mendapatkan sungai yang bersih, pesisir yang aman, dan lingkungan hidup yang sehat,” tegasnya.

Melalui aksi di Pasar Terapung Lok Baintan, para aktivis lingkungan kembali mengingatkan bahwa sungai bukan tempat pembuangan sampah dan limbah, melainkan ruang hidup yang harus dijaga bersama.

“Jika sungai hilang, bukan hanya air yang hilang, tetapi juga mata pencaharian, budaya, keanekaragaman hayati, dan masa depan generasi berikutnya,” tutupnya.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan