Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

MINUMAN KERAS SEBAGAI AWAL KEHANCURAN

×

MINUMAN KERAS SEBAGAI AWAL KEHANCURAN

Sebarkan artikel ini
AHDIAT GAZALI RAHMAN
H. AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Jika mengikuti berita di koran, televisi, radio, maka sering membaca, mendenga, melihat adanya berita orang yang mabuk, karena minuman, melakukan tindakan yang merugikan orang lain, korban terkadang teman dalam konsumsi minuman keras, teman sejati bahkan keluarga sendiri, karena ada hubungan darah ketika dilahirkan. Pertanyaan mendasar, siapa yang salah? Teman yang minumkah? Atau yang menjadi penonton di kala pesta minuman keras dilakukan, atau karena mudah mendapatkan minuman itu, cukup dengan mengajukan pesan minuman yang punya resiko itu akan datang. Oknum negara ataupun daerah belum mampu melakukan kontrol maksimal terhadap peredaran minuman itu, atau memang ada faktor lain.

Kalimantan Post

Islam sebagai agama yang mayoritas dianut oleh bangsa ini sejak 14 abad lewat telah mengatakan melalui firman Allah SWT, “Mereka menanyakan kepadamu (Muhamad) tentang hamar dan judi. Katakanlah kedua terdapat Dosa Besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi Dosa lebih Besar daripada manfaatnya”. (QS. Al Baqarah : 219).

Jelas sekali Allah mengatakan bahwa meminum keras itu adalah Dosa Besar, maka kita lihat apa yang terjadi saat ini ada beberapa kasus perbuatan mulai dari tindakan kekerasan hingga membunuhan yang dilakukan mereka yang Mabuk, baik kepada musuh babuyutannya, atau malah kepada teman yang sama-sama mabuk, kepada orang lain yang tidak ada hubungan keluarga hingga pada orang yang mempunyai hubungan darah/keluarga.

Saatnya pemerintah dan semua warga bertindak menghindari pemakaian Minuman (makanan) yang mendatangkan kemudharatan pada manusia, tindakan ini dilakukan ber beda-beda bagi penguasa (orang yang diberi amanah) mengatur Negara, daerah saat ini hendaknya melakukan penutupan pada perusahaan yang memproduksi minuman/makanan yang menyebabkan masyakat mabuk, hilang akal dan ingatan, bagi masyakat yang tidak pernah melakukan pemakaian terhadap makanan /minuman yang memabukan itu, agar selau mengingatkan keluarganya, masyarakannya menghindarkan makanan/minuman itu, bagi oknom masyarakat yang sudah menjadi mengguna makanan/minuman sebagai hiburan saatnya menghilangkan hal-hal itu, dengan meninggalkan sedekit demi sedikit kebiasaan itu, dengan mengganti makanan/minuman yang dikonsumsi, dan tidak mendatangkan masalah seringlah berkonsultasi dengan para pemimpin agama, agar perbuatan itu dapat dihindarkan.

Baca Juga :  Investasi Jadi Mesin Transformasi

Jika dalam kehidupan terjadi ada hal-hal yang tak diinginkan, maka mulailah dengan melaksanakan apa yang diaajarkan oleh agama, bukan melaksanakan apa yang menjadi tuntutan nafsu semata yang jauh dan sangat berentangan dengan agama. Ingatlah segala yang didapatkan dalam kehidupan, apakah itu berupa ujian yang menuntut kesabaran atau bahkan ujian kehidupan yang sangat membawa kebahagian bagi manusia itu semua dari Allah Yang Maha Kuasa. Yang Maha Mengetahui, dari itu maka alangkah elok jika mendapatkan ujian dari Allah hendaklah kita selalu bersykur kepadanya dengan selalu melaksankan segala macam perintah dan selalu menjauhi segala yang menjadi larangannya. seperti yang disebutkan dalam Alquran diatas melakukan minnuman keras adalah seatu larangan dari ALLah, dari itu ayou dari sekarang kita tinggalkan. Demi kedamaian dan kebaikan kita bersama.

Iklan
Iklan