Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Tak Lekang Zaman, 500 Peserta Ramaikan Baayun Maulid di Mesjid Sultan Suriansyah

×

Tak Lekang Zaman, 500 Peserta Ramaikan Baayun Maulid di Mesjid Sultan Suriansyah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260906 WA0026 e1788674541716
Baayun Maulid di Halaman Mesjid Sultan Suriansyah. (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tradisi Baayun Maulid kembali digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin di halaman Mesjid Sultan Suriansyah, Minggu (6/9/2026). Mulai bayi, orang dewasa hingga Lanjut Usia (Lansia) mengikuti tradisi khas masyarakat Banjar dalam menyambut bulan suci kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut.

Ayunan yang menjadi media utama tradisi tersebut, dihiasi dengan janur kuning serta kue tradisional Banjar. Sambil mengayun syair selawat dan meminta berkat dilantunkan.

Kalimantan Post

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda mengatakan Baayun Maulid merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 tahun Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah perayaan Baayun Maulid ini bertepatan dengan di bulan kita akan memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin,” ucap Ananda.

Ananda berharap jumlah peserta yang mengikuti akan terus bertambah setiap tahunnya. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu bentuk upaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi Baayun Maulid agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Selain itu, ia berharap tradisi turun-temurun tersebut dapat masuk dalam kalender event nasional. Menurutnya, sejarah dan nilai budaya yang terkandung dalam Baayun Maulid perlu terus dilestarikan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil menyebutkan antusias peserta mengikuti Baayun Maulid ini sangat tinggi.

Terlebih, peserta tidak dikenakan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun panitia membatasi kouta peserta sebanyak 500 orang.

“Diikuti seluruh warga Banjarmasin dan berdasarkan rapat seluruh pihak hanya 500 peserta kita tampung sesuai usia Kota Banjarmasin tahun ini ke-500 tahun,” ungkap Sabil.

Sabil menambahkan, upaya untuk memasukkan Baayun Maulid ke dalam kalender event nasional saat ini tengah dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca Juga :  PMI Banjarmasin Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Siapkan Logistik hingga Oksigen Portabel

Menurutnya, tradisi Baayun Maulid memiliki keunikan tersendiri karena menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Banjar sekaligus ikhtiar untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut dinilai memiliki nilai budaya dan religius yang kuat sehingga perlu dijaga dan dilestarikan dengan baik.

“Kalau tradisi ini bisa dijadikan level nasional tentu lebih bagus lagi dan ini kami koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Yuliana mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi kali pertama dirinya mengikutsertakan anaknya yang baru berusia lima tahun dalam Baayun Maulid.

“Anak kedua, tapi baru pertama kali mengikuti Baayun Maulid,” ucap Yuliana.

Ia mengatakan, keikutsertaan anaknya dalam tradisi tersebut bertujuan untuk mengharapkan keberkahan dan syafaat Rasulullah SAW di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, keikutsertaan tersebut juga menjadi bentuk dirinya melestarikan tradisi turun temurun leluhur masyarakat Banjar.

“Mau meramaikan tradisi kita sekaligus mengharapkan keberkahan dan syafaat Rasulullah,” ujarnya. (ham/KPO-3).

Iklan
Iklan