Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Bidik Seluruh Sekolah, Pemko Banjarmasin Perluas Gerakan Sekolah Siaga Kependudukan

×

Bidik Seluruh Sekolah, Pemko Banjarmasin Perluas Gerakan Sekolah Siaga Kependudukan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260908 WA0063 scaled
SEKOLAH SIAGA - Foto bersama setelah kegiatan pencanangan SMPN 2 Banjarmasin menjadi SKK. (Kalimantanpost.com/hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Targetkan seluruh sekolah di Kota Banjarmasin menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali canangkan, kali ini SMPN 2 Banjarmasin.

Pencanangan di SMPN 2 Banjarmaisn tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda pada Selasa (8/9/2026).

Kalimantan Post

Ananda mengatakan, program ini terus diimplementasi ke sekolah karena bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas.

Pasalnya, program ini menanamkan nilai-nilai kependudukan secara inklusif kepada siswa di lingkungan sekolah.

“Tidak ada kurikulum baru, tidak ada mata pelajaran baru, tidak ada menambah jam pelajaran baru tapi semuanya itu terintegrasi,” ucap Ananda.

Contohnya pada saat pelajaran IPA itu bisa diselipkan tentang kesehatan reproduksi. Kemudian pelajaran IPS tentang angka demografi seperti itu kurang lebihnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi menuturkan SKK merupakan program dari Bangga Kencana yang diinisiasi oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).

SKK sendiri adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kegiatan pembelajaran serta ekstrakurikuler.

“Di samping dalam mata pelajaran yang formal di kelas. Di luar kelas ada ekstrakurikuler yang diselipkan materi terkait kependudukan. Termasuk pojok kependudukan,” tutur Syauqi.

Tidak hanya itu, dalam materi kependudukan tersebut juga ada interaksi antar siswa atau teman sebaya mereka. Diantara kelompok konseling remaja dan Duta GenRe (Generasi Rencana).

“Bahasa pergaulan remaja beda dengan guru, jadi mereka lebih mudah menyesuaikan terhadap isu-isu seperti pergaulan bebas,” jelasnya.

Kemudian isu penyalahgunaan sosial media, hal tersebut untuk bisa dicegah. Salah satunya teman sebaya. “Jadi mereka saling mengedukasi,” tambahnya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini sudah ada sekitar 20 SKK di Kota Banjarmasin. Dimana tahun ini ada 10 sekolah yang telah dicanangkan.

Baca Juga :  Banyak Sungai Mati, PUPR Banjarmasin Fokus Revitaliasi Sungai 2027

“Secara bertahap, berhubung wewenang kita SD dan SMP saja. Dimana SMA itu ranahnya di provinsi,” ujarnya.

Adapun saat ini pihaknya fokus menyasar jenjang SMP untuk menjadi SKK. Jika semua sudah, baru menyasar jenjang SD.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Banjarmasin, Aminsyah mengatakan siap aplikasi SKK di beberapa kegiatan sekolah. Salah satunya kegiatan intrakurikuler.

“Nantinya guru-guru yang mengintegrasikan wadah program SKK ini masuk dalam proses pembelajaran tapi bukan kurikulum baru,” kata Aminsyah.

Program SKK ini juga akan diaplikasikan pada kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan pembiasaan siswa. Ia berharap wadah ini bisa menjadi rumah yang hebat untuk mengondok pembangunan karakter dan pengetahuan anak.

“Tadi saya menyimak dari apa yang disampaikan kepala BKKBN dan ibu Ananda. Wadah ini menjadi tempat yang nyaman dan ramah untuk membangun karakter pembangunan mental anak. Katakan tidak pada bullyingi, tindak kekerasan dan lainnya. Dimana sini wadah yang nyaman yang bisa dikolaborasikan dengan program dinas pemerintah yang ada,” pungkasnya. (ham/KPO-4)

Iklan
Iklan