Banjarbaru, KP— Setelah berbulan-bulan berjibaku dengan musim kemarau panjang serta kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, akhirnya diguyur hujan pada Selasa (8/9) siang.
Hujan berintensitas sedang hingga deras yang turun sekitar 10 menit di sejumlah kawasan, termasuk ruas Jalan A. Yani ini, menjadi guyuran air hujan pertama yang dirasakan warga setempat sepanjang kemarau panjang melanda.
Camat Liang Anggang, Lia Astuti, menyambut syukur turunnya hujan tersebut sebagai berkah sekaligus harapan besar dalam meringankan beban penanganan karhutla di wilayahnya.
“Turun hujan ini tentu menjadi angin segar dan harapan besar bagi kita semua dalam upaya menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengurangi pekatnya [asap],” ucap Lia, Selasa (8/9).
Ia berharap curah hujan singkat ini mampu membasahi kembali lahan-lahan gambut yang rawan terbakar, menyegarkan kualitas udara, serta menekan sebaran titik-titik panas di wilayah Liang Anggang.
Kendati demikian, pihak kecamatan mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menurunkan tingkat kewaspadaan. Mengingat musim kemarau masih berlangsung, partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi pembakaran liar tetap menjadi prioritas utama.
“Mari tetap waspada dan bersama-sama merawat lingkungan kita agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Dev/K-5)















